Kompetensi Softskill ASN Belum Maksimal

Senin, 10 Desember 2018 - 10:07 WIB
Kompetensi Softskill...
Kompetensi Softskill ASN Belum Maksimal
A A A
JAKARTA - Hasil talent pool 2018 yang dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dalam aspek softskill belum maksimal.

Hal ini terlihat dari persentase potensi ASN yang mampu menduduki jabatan lebih tinggi masih sangat rendah. Talent pool merupakan pemetaaan hasil penilaian potensi dan kompetensi. Pada talent pool kali ini BKN menyasar 1.262 pejabat pimpinan tinggi (JPT) pratama dan pejabat administrator dari 110 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

“Dari aspek intelektualnya mungkin mengalami peningkatan, tapi belum maksimal pada aspek softskill-nya,” kata Kepala BKN, Bima Haria Wibisana.

Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN Purwanto menjelaskan, tahun ini BKN telah melakukan talent pool sebanyak dua kali. Kegiatan diikuti 2.194 ASN yang terdiri 374 JPT pratama dan 1.820 administrator telah dilakukan penilaian.

“Pada talent pool yang kedua ini melibatkan 1.262 PNS dari 110 instansi pusat dan daerah. Terdiri dari 214 JPT pratama dan 1.048 pejabat administrator di 14 instansi pusat, 10 pemerintah provinsi, 22 pemerintah kota, dan 64 pemerintah kabupaten,” ungkapnya.

Purwanto mengatakan menyebutkan bahwa capaian pada aspek softskill belum menyentuh angka yang maksimal. Hal ini nampak dari hasil pemetaan yakni hanya 5% ASN mampu menduduki jabatan yang lebih tinggi.

“Terhitung hanya 3,74% dari total 2.194 yang telah mengikuti penilaian memiliki kompetensi dan potensi yang tinggi. Ini yang berpotensial untuk disiapkan sebagai pemimpin masa mendatang,” ungkapnya.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengaku memang tidak banyak ASN yang dinilai mampu untuk menduduki jabatan lebih tinggi. Dia memperkirakan hanya beberapa persen saja ASN yang memiliki nilai maksimal.

“Kita kan ada sembilan level hasil penilian talent pool. Untuk yang paling siap dipromosikan itu kuadran itu di level 9,8, 7. Lalu di level 6, 5,4 itu bisa tapi harus ada diklat, mentoring, coaching dan yang lain. Selanjutnya yang 1,2, 3 itu tidak bisa diapa-apakan, kasarnya nunggu pensiun. Itu wajah birokrasi kita secara nasional,” paparnya.

Ridwan mengatakan aspek softskill memang saat ini diperhitungkan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Dia mengatakan softskill ini berkaitan dengan kemampuan seperti bagaimana berkomunikasi dengan publik atau bagaimana mengelola sumber daya yang ada.

“Kalau untuk jabatan struktural kan tidak hanya kemampuan teknis tapi juga bagaimana mengelola sumber daya manusia (SDM), dan mengelola dana. Mengelola SDM menjadi sesuatu yang efektif dan efisien untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Makanya soft skill yang tinggi ada sarjana teknik nuklir bisa jadi karo humas,” ungkapnya.

Ridwan menyebut pemerintah juga akan menerapkan softskill untuk pejabat-pejabat pelaksana. Pasalnya mulai dari pejabat pelaksanalah nanti yang akan menduduki jabatan struktural.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa tujuan ama talent pool adalah untuk melakukan pemetaan terhadap kompetensi pejabat pelaksana di tingkat nasional. Dia mengatakan dari hasil talent pool, BKN dan BKD mempunya gambaran bagaimana meningkatkan kompetensi ASN yang sudah ada.

“Kami punya target dalam lima tahun 2,5 juta. Ini tahun ketiga. Mudah-mudahan besok bisa lebih masif lagi. Saat ini penggambaran kompetensi memang sekarang belum cukup. Karena baru 500 yang dilakukan penilaian,” tuturnya.

Menurut Ridwan, talent pool kedepan akan menjadi basis data kompetensi seluruh ASN di Indonesia. Dengan adanya talent pool ini ke depan tidak perlu dilakukan seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi seperti saat ini.

“Salah satu syarat supaya seleksi terbuka tidak diperlukan lagi adanya pemetaan yang jelas. Tapi belum ada instansi yang oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dibebaskan dari seleksi terbuka. Ya karena belum ada yang punya pemetaan internal secara memadai,” jelasnya. (Dita Angga)
(nfl)
Berita Terkait
Soal Dugaan Kecurangan...
Soal Dugaan Kecurangan Seleksi Calon ASN di Buol, Ini Kata Kepala BKN
Gunakan IDIS, BKN Yakin...
Gunakan I'DIS, BKN Yakin Pengawasan Disiplin ASN Lebih Efisien dan Objektif
Tak Netral di Pilkada,...
Tak Netral di Pilkada, Data Kepegawaian ASN Bakal Dibekukan
19.732 Formasi Jabatan...
19.732 Formasi Jabatan CPNS Terancam Kosong, Ini Langkah Pemerintah
Jabar Ranking Pertama...
Jabar Ranking Pertama Penilaian Kinerja ASN se-Indonesia, BKN: Perlu Dicontoh
Jangan Jadi Alasan Tambah...
Jangan Jadi Alasan Tambah Libur, Pembina Kepegawaian Awasi WFH bagi ASN
Berita Terkini
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
Infografis
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Tetapkan Cuti Bersama ASN 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved