ACTA Ungkap 2 Alasan Kenapa Polisi Harus Tolak Laporan Insiden CFD

Rabu, 02 Mei 2018 - 08:09 WIB
ACTA Ungkap 2 Alasan...
ACTA Ungkap 2 Alasan Kenapa Polisi Harus Tolak Laporan Insiden CFD
A A A
JAKARTA - Insiden dugaan pelecehan terhadap seorang ibu dan anak dalam kegiatan Car Free Day (CFD) oleh kelompok #2019GantiPresiden berbuntut panjang. Bahkan insiden yang viral di media sosial ini telah dilaporkan ke pihak Polri.

Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman menyarankan kepada aparat kepolisian untuk menolak laporan yang dilakukan ibu bernama Susi Ferawati tersebut.

"Menurut kami ada dua alasan penting agar polisi menolak laporan tersebut," ujar Habiburokhman kepada SINDOnews, Rabu (2/5/2018).

Pertama, Habib sapaan akrabnya memandang bahwa insiden tersebut tidak ditemukan unsur-unsur pidana dalam kasus tersebut. Menurut dia, di masa lalu kasus tersebut mungkin saja diusut dengan Pasal 335 KUHP atau yang kerap disebut Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan.

Namun pasca putusan MK Nomor 1/PUU-XI/2013 rumusan Pasal 335 KUHP telah dirombak dan mensyaratkan adanya kekerasan atau ancaman kekerasan dalam tindakan yang dituduhkan. Ia melihat bahwa tidak ada kekerasan atau ancaman kekerasan dalam kasus di CFD tersebut.

"Kasus ini juga sangat jauh untuk disebut sebagai persekusi karena tidak terjadi secara sistematis dan tidak berdasarkan prasangka rasial sebagaimana terjadi di beberapa negara Afrika," jelasnya.

Kedua, kata Ketua DPP Partai Gerindra bidang Hukum dan advokasi menilai, pelaporan kasus tersebut sangat kental nuansa politisnya. Menurut dia, jika laporan ini diterima maka masyarakat juga akan menuntut penyelesaian kasus-kasus yang lebih parah seperti kasus penggerudugan Fahri Hamzah oleh sekelompok orang bersenjata tajam di sebuah airport bulan Mei 2017 lalu.

Ia khawatir laporan ini pada akhirnya justru akan menimbulkan kegaduhan politik. "Saran saya kasus ini diselesaikan dengan dialog. Jangan ada pihak–pihak yang pamer kekuasaan dengan mempidanakan pihak yang tidak sekubu dalam politik. Mari sama-sama kita jaga agar di tahun politik ini situasi senantiasa kondusif," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Infografis
Ini Alasan Kenapa Pesawat...
Ini Alasan Kenapa Pesawat Mata-mata Blackbird SR-71 Dipensiunkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved