Kiat Menang Pilkada ala Intelijen

Selasa, 03 April 2018 - 07:08 WIB
Kiat Menang Pilkada...
Kiat Menang Pilkada ala Intelijen
A A A
Stepi Anriani
Dosen Sekolah Manajemen Analisa Intelijen (SMAI) Stinduk Bogor

INTELIJEN dan poli­tik ada­lah sesuatu yang tidak dapat di­pisahkan. Po­li­tik ada­lah ilmu atau cara-cara men­­da­patkan kekuasaan, me­re­but atau mempertahankan ke­kua­sa­an, membagi ke­kua­sa­an dan menjalankannya, se­dang­kan intelijen merupakan se­rang­kai­an kegiatan yang dapat dil­a­ku­kan untuk men­ca­pai dan me­re­but kekuasaan itu sendiri.

Intelijen dapat dimaknai men­­jadi enam hal: sebagai se­buah informasi, pengetahuan, proses, kegiatan, organisasi mau­­pun profesi. Sebagai se­buah informasi yang akurat, se­suatu yang dilaporkan harus da­­pat dipertanggung jawab­kan.

Sebagai sebuah penge­ta­hu­an, intelijen dapat menjadi se­buah studi yang dipelajari se­ca­ra formal dengan berbagai pen­da­laman materi, jelas secara on­to­logi, epistemologi, dan ak­sio­­lo­gi­nya. Sebagai sebuah pro­ses, in­telijen punya tahapan atau roda perputaran (cycle of intelli­gence) dari penerimaan ins­truk­si atau perintah, pe­ngum­pulan informasi, seleksi data, analisis, pe­laporan, dan evaluasi.

Sebagai sebuah kegiatan, in­telijen dapat menjadi aktivi­tas penelitian, spionase, pe­nya­­mar­an, kontra dan operasi inte­li­jen. Adapun profesi inte­li­jen se­cara garis besar dapat di­bagi menjadi agen lapangan dan analis intelijen.

Aktivitas intelijen se­be­tul­nya dapat ditelusuri melalui se­ja­rah pergantian kekuasaan baik sejak zaman kerajaan mau­­pun di berbagai negara. Inte­­li­jen bahkan sangat me­nen­tukan per­tempuran dan peperangan.

Pada buku Intelijen dan Pil­kada: Pendekatan Strategis Meng­­ha­dapi Dinamika Pemilu, saya menuliskan beberapa kisah dari Ken Arok, Sun Tsu, Matahari, Tokyo Rose, Ali Moer­topo, dan Benny Moer­da­ni yang mewakili zaman masing-masing. Ini di­ha­rap­kan dapat menjadi bahan ber­pikir reflektif mengenai di­na­mika intelijen. Hal ini men­jadi penting bagi pembelajar in­telijen, utamanya bagi insan yang ingin memahami betul du­nia intelijen.

Intelijen, seperti yang dise­but­kan di awal, sangat ber­kait­an dengan politik. Persaingan dalam dunia politik meru­pa­kan hal yang sangat kompleks dan membutuhkan banyak ener­gi dan uang. Politik yang hari ini di­rasakan oleh seba­gi­an besar ma­syarakat tidak lu­put dari hal-hal negatif seperti penyebaran isu yang tidak be­nar, pembunuhan karakter, po­litik uang, dan se­ring kali me­nyedot perhatian yang menguras energi bangsa dan negara.

Indonesia yang terus ber­ge­rak memenuhi takdirnya se­ba­gai sebuah bangsa dan negara ber­daulat tidak lepas dari pere­but­an kekuasaan dan hiruk-pikuk politik di Tanah Air. Ber­ba­gai momentum kons­ti­tu­sio­nal maupun yang tidak terkait konstitusi telah ber­langsung jauh lebih lama dari umur re­publik ini.

Bagaimana upaya-upaya Ken Arok merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung tanpa me­lalui sebuah pertempuran dan darah di tangannya? Cara efek­tif dengan pendekatan in­te­lijen ditempuh Ken Arok saat itu. Kisah yang dianggap se­ba­gai mitologi ini juga banyak di­be­narkan beberapa pakar dan di­pelajari sebagai bagian dari se­jarah. Kisah ini juga dicatat da­lam Kitab Pararaton yang me­ru­pa­kan kitab sastra kera­ja­an Singosari-Majapahit.

Perebutan kekuasaan de­ngan cara intelijen tidak hanya dilakukan di Nusantara. Dalam buku Sun Tzu (Art of War) di­je­las­kan banyaknya perebutan ke­kuasaan dan pertempuran de­ngan pendekatan intelijen. Di era Orde Baru, Presiden Soe­harto juga banyak terbantu oleh intelijen dalam men­ja­lan­kan kekuasaan dan keber­lang­sung­an pembangunan selama 32 ta­hun, salah satunya adalah ber­­ba­gai upaya dan pengab­di­an da­ri Letjen TNI (Purn) Ali Moer­­to­po dan Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani.

Dalam konteks hajatan po­li­tik dan demokrasi di Indo­ne­sia ha­ri ini, pendekatan inteli­jen da­pat menjadi sebuah ta­war­an pen­dekatan bagi kandi­dat mau­pun tim suksesnya agar tidak melakukan upaya ins­tan de­ngan money politic. Bersamaan dengan kekuatan media sosial (medsos) yang men­jadi arena baru kampanye dan kaum mi­le­nial yang me­me­gang peranan pen­ting di dalam arus infor­ma­si, perlu dila­ku­kan upaya-upaya baru dalam proses peme­nang­an. Salah sa­tu­nya dengan pen­de­katan ­inte­lijen.

Pendekatan intelijen dapat di­lakukan sejak rekrutmen tim suk­ses, pembuatan strategi pemenangan, dari mobilisasi massa sampai penggalangan. Hal ini juga dapat ditempuh de­ngan personal branding kan­di­dat yang menggunakan mar­ke­ting politik maupun men­da­ya­gu­na­kan leadership kandidat de­ngan komunikasi politik yang baik. Pendekatan inteli­jen dapat dilakukan juga mela­lui kontra-propaganda melalui pembuatan tim siber, me­nen­tu­kan kawan dan lawan yang te­pat, dan merancang strategi perang siber.

Hal ini merupakan sebuah ta­waran pendekatan ataupun kon­sep pemenangan agar per­he­latan akbar Pilkada 2018, Pil­pres 2019, Pemilu Legislatif 2019 atau pemilihan langsung di Indonesia tidak mengan­dal­kan money politic. Money politic atau politik uang hanya akan men­jerumuskan masyarakat, men­jadikan ma­syarakat ber­pi­kir prag­matis, memicu korup­si, dan jika terus dipelihara akan menjadi pe­nya­kit dalam ber­­de­mokrasi.

Pendekatan strategis dalam menghadapi pemilu mena­wark­an sebuah pen­de­katan stra­­tegis atau dapat dikatakan pen­dekatan in­te­lijen penting agar pemilu ti­dak melulu meng­­andalkan uang atau jual beli suara masyarakat. Pende­kat­an ini dimaksudkan agar generasi muda yang berkua­li­tas, para ak­tivis, tokoh muda yang cerdas mampu mema­na­je­meni orga­ni­sa­si dengan baik, mau terjun ke politik tanpa harus meng­kha­watirkan “saya tidak punya uang”. Selain tim yang solid, kan­didat juga harus terus di­kuatkan baik dengan mar­keting politik maupun ko­mu­nikasi politik.
(kri)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Menghapus Asimetris...
Menghapus Asimetris Relasi di Hari Buruh
Pertempuran Sungai Nil,...
Pertempuran Sungai Nil, Perebutan Energi Sumber Daya Alam
Akhir Ramadan, Sportifitas...
Akhir Ramadan, Sportifitas dan Optimisme
Berita Terkini
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Infografis
Menteri Yandri Terbukti...
Menteri Yandri Terbukti Bantu Kemenangan Istri, Pilkada Serang Diulang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved