Pertaruhan Politik Arab Saudi

Jum'at, 24 November 2017 - 07:15 WIB
Pertaruhan Politik Arab...
Pertaruhan Politik Arab Saudi
A A A
HASIBULLAH SATRAWI
Pengamat Politik Timur Tengah dan Dunia Islam


KABAR penangkapan 11 pa­ngeran Arab Saudi be­ser­ta puluhan menteri dan ma­n­tan menteri beberapa wak­tu lalu (04/11) cukup me­nge­jut­kan banyak pihak, tak ha­nya di da­lam negeri, melainkan ­ju­ga di luar negeri, termasuk di ka­lang­an masyarakat Indonesia.

Bagi masyarakat yang ber­ada di Arab Saudi, berita pe­nang­kapan ini berada di antara ke­tertarikan dan ketakutan. Men­jadi ketertarikan karena per­soalan ini melibatkan ke­luarg­a kerajaan yang selama ini ti­dak terlalu banyak dibahas, se­ba­gaimana disampaikan di atas. Men­jadi ketakutan karena bu­kan tidak mungkin peristiwa ini me­nimbulkan hal-hal yang le­bih besar lagi dan berdampak lang­sung terhadap kehidupan m­asyarakat luas.

Di sisi lain, Arab Saudi be­la­kang­an mendapat perhatian cu­­kup besar dari masyarakat in­ter­nasional karena peran dan ke­terlibatannya dalam se­jum­lah peristiwa politik, baik di ting­kat regional Timur Tengah mau­­pun glo­bal. Khususnya se­te­lah Du­nia Arab dilanda Arab Spring pa­da akhir 2010 dan meng­han­cur­kan banyak negara yang se­be­lum­nya cukup ber­kuasa di Ti­mur Tengah seperti Me­sir, Su­riah, Yaman, Tunisia, Libya.

Dalam persoalan konflik in­ter­nal di Suriah, contohnya, Arab Saudi sejak awal me­li­bat­kan diri dengan mendukung pe­nuh kelompok pemberontak dan melawan rezim Bashar al-As­sad secara terang-terangan. Ber­sama negara-negara lain se­per­ti Turki, negara-negara Arab Te­luk, Eropa dan Amerika Se­ri­kat, Arab Saudi terus menekan re­zim Assad untuk me­mu­nd­ur­kan diri walaupun tidak ada tanda-tanda keberhasilan sa­m­pai hari ini.

Begitu pun dengan ke­ter­li­bat­an Arab Saudi dalam Arab Spring di Yaman. Bersama negara-negara pendukungnya, Arab Saudi berhasil memaksa Ali Abdullah Saleh untuk me­mun­durkan diri dari jabat­an­nya sebagai presiden Yaman saat itu dan digantikan dengan Man­sor Hadi. Begitu juga dengan hu­bung­an negeri kaya minyak itu de­ngan Iran. Selama ini Arab Saudi me­n­uduh Iran terus berupaya me­nebar pengaruh di dunia Arab dengan cara melibatkan di­r­i dalam sejumlah persoalan in­ternal yang dihadapi negara-ne­gara Arab seperti krisis di Su­r­iah, persoalan Palestina, tata ke­lola politik dan pem­er­intah­an di Lebanon hingga akhirnya Arab Saudi memutus hubungan d­i­plomatik dengan Iran pada 2016 lalu.

Bahkan Qatar yang se­lama ini menjadi salah satu part­ner utama di Negara-ne­ga­ra Arab Teluk (GCC) diboikot se­ca­ra total, baik laut, udara ma­u­pun darat. Salah satu alasannya ada­lah, selain karena tuduhan men­danai organisasi-orga­ni­sa­si ataupun tokoh-tokoh teroris, ju­ga karena Qatar dianggap ber­hu­bungan dekat dengan Iran.

Pada saat hampir ber­samaan dengan terjadinya pe­nangkapan terhadap para pa­nge­ran, para menteri dan m­a­n­tan menteri di atas (04/11), ada se­buah peristiwa besar lain yang juga diperkirakan me­li­bat­kan peran dan pengaruh dari Arab Saudi, yaitu mundurnya Per­dana Menteri Lebanon se­ca­ra sepihak, Saad Hariri. Peng­umum­an mundurnya Hariri se­ba­gai perdana menteri Lebanon di­lakukan dan disiarkan secara lang­sung dari Arab Saudi.

Saad Hariri adalah relasi de­k­at Arab Saudi di Lebanon, khu­sus­nya dalam menghadapi lawan-lawan politiknya, ter­uta­ma Hizbullah yang merupakan ke­panjangan tangan Iran di Le­ba­non. Dalam pengumuman si­kap pemunduran dirinya, Ha­ri­ri secara eksplisit menuduh Iran men­jadi salah satu penyebab dari sikap politik yang diam­bil­nya tersebut. Iran dituduh ter­la­lu campur tangan dalam per­soal­an politik internal Le­ba­non. Lawan-lawan politik Ha­ri­ri di Lebanon pun, khususnya Hi­z­bullah, menuduh sikap po­li­tik Hariri tersebut karena di­pe­n­g­aruhi Arab Saudi. Bahkan s­e­ba­g­ian elite di Lebanon men­u­duh Arab Saudi sengaja ”me­na­han” Saad Hariri hingga tidak kun­jung kembali ke Lebanon.

Pertaruhan Politik
Dalam situasi seperti ini, apa yang dilakukan Arab Saudi de­ngan menangkap para putra mahkota bersama puluhan men­­­­teri dan bekas menteri me­r­u­pakan sebuah pertaruhan po­li­tik yang sangat besar dan di­la­ku­kan dengan segala ”ke­te­nang­an hati”. Disebut per­ta­ruh­an besar karena penang­kap­an itu dilakukan di tengah pel­ba­gai macam peran dan in­ter­ven­si politik maupun militer yang coba dilakukan Arab Saudi ter­hadap negara-negara Arab lain, sebagaimana telah di­sam­pai­kan di atas. Apalagi sejauh ini pe­ran dan intervensi politik mau­pun militer yang dilakukan Arab Saudi belum me­nun­juk­kan tanda-tanda keberhasilan.

Dengan kata lain, secara eks­ter­nal, kebijakan Arab Saudi di se­jumlah negara Arab lain dan di Ti­mur Tengah selama ini belum mem­buahkan hasil yang di­ha­ra­p­kan. Sebaliknya Arab Saudi justru semakin banyak punya mu­suh yang menargetkan ne­ga­ra tersebut, baik secara lang­sung atau tidak langsung.

Apa yang dilakukan Qatar bi­sa dijadikan sebagai salah satu con­toh dari yang telah disam­pai­kan di atas. Selama ini Qatar, Arab Saudi, dan sejumlah ne­ga­ra Arab Teluk lain berada dalam ke­kompakan, khususnya dalam meng­hadapi sejumlah tan­tang­an di dunia Arab pasca-Arab Spring, hingga akhirnya Arab Sau­di bersama sebagian negara Arab Teluk memboikot Qatar. Se­jak saat itu Qatar berada da­lam posisi yang berseberangan de­ngan Arab Saudi dan negara-ne­gara yang mendukungnya, ter­masuk melalui saluran me­dia yang dimiliki seperti ja­ring­an media Al-Jazeera.

Di saat media-media yang ber­afiliasi ke Arab Saudi (seperti su­­rat kabar harian As-Sharq Al-Aw­sat) memberitakan bahwa pe­nangkapan para pangeran ber­sama sejumlah menteri dan man­tan menteri dalam rangka pem­berantasan korupsi se­ba­gai salah satu visi Arab Saudi 2030, media-media yang ber­afi­lia­si ke Qatar (seperti jaringan me­dia Al-Jazeera) justru me­ngam­panyekan sebaliknya; bah­wa yang dilakukan Arab Sau­­di tak lebih dari sekadar po­li­t­ik menyingkirkan lawan-la­wan politik. Di saat media-me­dia pro-Arab Saudi mem­b­er­i­ta­kan kebijakan tersebut untuk ke­baikan ekonomi Arab Saudi ke depan, media-media pro-Qa­tar justru memberitakan seb­a­lik­­nya. Dan begitu seterusnya.

Meski demikian Arab Saudi tam­pak tetap berusaha tampil te­nang menghadapi realitas se­ka­ligus tantangan yang ada se­per­ti di atas. Inilah yang penulis mak­sud dengan istilah bahwa Arab Saudi melakukan semua per­taruhan politik ini dengan se­ga­la ketenangan jiwa.

Sejatinya, ketika banyak tan­tangan datang dari luar, so­li­di­tas internal perlu diperkuat kem­bali hingga pelbagai macam se­rangan dari luar tidak bisa men­jebol dan mengacak-acak kon­d­isi internal.

Tampaknya hal itu tidak ber­la­ku bagi Arab Saudi, minimal ­da­lam situasi politik seperti se­ka­rang. Sebaliknya Arab Saudi jus­tru menangkap para p­a­nge­ran dan para menteri maupun be­kas men­teri yang sejatinya ada­lah ke­kuat­an internal me­re­ka hingga me­nambah peta mu­suh dan jum­lah persoalan yang ada.

Apakah semua pertaruhan p­o­litik ini berangkat dari kal­ku­la­si matang yang dilakukan Arab Saudi? Atau semua ini ada­lah bentuk keterdesakan dan ira­sionalitas politik yang di­la­ku­kan Raja Salman bersama pu­tra mahkotanya? Inilah yang me­narik untuk diikuti se­lan­jut­nya. Hanya Allah yang tahu pas­ti, wallahu a’lam biss a wab.
(mhd)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Menghapus Asimetris...
Menghapus Asimetris Relasi di Hari Buruh
Pertempuran Sungai Nil,...
Pertempuran Sungai Nil, Perebutan Energi Sumber Daya Alam
Akhir Ramadan, Sportifitas...
Akhir Ramadan, Sportifitas dan Optimisme
Berita Terkini
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved