Wacana Usung Capres di Internal Parpol, Ini Kata Romy PPP

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:49 WIB
Wacana Usung Capres...
Wacana Usung Capres di Internal Parpol, Ini Kata Romy PPP
A A A
JAKARTA - Wacana pencapresan kader internal dilakukan sebagai upaya untuk mendongkrak suara partai politik (parpol) yang bersangkutan. Parpol yang perolehan suaranya kecil, tidak akan bisa mengusung calon presiden (capres) sendiri

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy mengatakan, parpol yang perolehan suaranya kecil, tidak akan bisa mengusung calon presiden (capres) sendiri. Dia menjelaskan, parpol itu harus berkoalisi dengan partai lain untuk mendapatkan dukungan suara.

"Jangan lupa, pilpres dan pemilu legislatif 2019 dilaksanakan serentak. Apakah Parpol yang perolehan suaranya kecil akan tetap ngotot mencapreskan kadernya sendiri," ujarnya di Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Pada akhirnya, lanjut pria yang biasa disapa Romy ini, capres yang akan dicalonkan harus diusung oleh beberapa parpol. Sehingga, diprediksi bahwa Pilpres 2019 hanya diikuti dua pasangan calon presiden.

"Mau ngotot seperti apapun, kalau suaranya kurang dari 20% tidak bisa mengajukan capres sendiri. Mau tidak mau, parpol tersebut harus menggandeng parpol lain," tuturnya.

Dia meyakini, parpol bersangkutan akan bersikap realistis dengan kenyataan seperti itu. Sehingga akan mencari koalisi agar capres yang bakal diusung memenuhi persyaratan pencalonan.

"Sehingga, mau tidak mau semua parpol harus mulai menjalin komunikasi. Apalagi, masih ada cukup waktu bagi parpol untuk memutuskan capres mana yang akan didukung," katanya.

Dia mengaku tidak bakal mengikuti jejak sejumlah parpol yang mewacanakan untuk mengusung kader internalnya sebagai calon presiden. Karena, PPP memastikan tetap mengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019.

"Pada akhirnya, parpol yang mewacanakan capres dari kader internal, harus realistis. Pendaftaran capres dilakukan pada Agustus mendatang dan ujung-ujungnya mereka akan bersama-sama mendukung capres yang diajukan parpol lain," ucapnya.

Karena sudah terbaca sejak awal, menurutnya, peta politik 2019 sebenarnya tidak menarik. Maka itu, PPP berharap agar dalam Pilpres 2019, Jokowi menggandeng calon wakil presiden dari kalangan Islam moderat.

"Dengan demikian, maka langkah Jokowi untuk memenangi pilpres akan jauh lebih mudah," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved