Rohingya dan Isu Nasional Indonesia

Kamis, 07 September 2017 - 16:03 WIB
Rohingya dan Isu Nasional...
Rohingya dan Isu Nasional Indonesia
A A A
Kombes Pol Slamet Pribadi
Divisi Humas Mabes Polri

KISAH pilu etnis Rohingya di Myanmar adalah cerita lama, yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Kenyataan ini tidak terlepas dari sejarah kebangsaan di negara tetangga tersebut, dari rezim yang satu ke rezim berikutnya, sampai dengan dipimpin Aung San Suu Kyi sekarang ini.

Apapun ceritanya, peristiwa itu ada di negara tetangga dan itu menjadi otoritas penuh Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikannya. Tentunya kebijakan itu menjadi domain Myanmar yang harus bertanggung jawab untuk mengatasinya.

Namun kemudian isu ini merembet karena etnis Rohingya yang eksodus menuju negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. Eksodusnya para pengungsi tersebut memunculkan simpati dunia, dari sisi kemanusiaan dan agama, meskipun sebenarnya konfliknya tersebut bukan persoalan agama. Namun simpati warga Indonesia mengarah kepada soal kemanusiaan dan nasib sesama agama, yang dipandang sebagai orang teraniaya teramat sangat.

Reaksi di Indonesia sangat luar biasa, mulai dari para petinggi negara ini, termasuk Presiden Jokowi hingga masyarakat awam, baik muslim maupun non-muslim. Semuanya mendesak pemerintah Myanmar segera mengatasi persoalan ini.

Demo dukungan merebak dari seluruh penjuru Indonesia. Bahkan dukungan itu sampai dengan terjadinya pelemparan bom molotov ke Kedubes Myanmar di Jakarta. Padahal tempat itu mempunyai otoritas khusus sebagai sebuah negara yang berdaulat, dalam hal ini Myanmar.

Di sisi lain karena ada sudut pandang berbeda yang dipersepsikan sebagai penganiayaan terhadap agama tertentu, maka ekspresi simpatinya diwujudkan dalam bentuk pengepungan terhadap Candi Borobudur, yang selama ini dipersepsikan sebagai tempat ibadah umat tertentu. Padahal kita tahu bahwa Candi Borobudur masuk dalam keajaiban dunia.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyampaikan, melalui perintah khusus Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian kepada jajaran, khususnya Polda Jawa Tengah, bahwa pengepungan itu dilarang keras. Selain melanggar aturan, aksi tersebut merusak situs sejarah dan khasanah nasional serta dunia.

Kemudian memindahkan persoalan negara lain ke negeri sendiri dengan cara-cara yang melanggar ketenteraman umum dan undang-undang adalah sebuah jalan berpikir yang bertentangan dengan kehendak khalayak.

Hal tersebut adalah tindakan yang berlebihan dan itu menguras energi, yang mestinya bisa disalurkan dengan cara-cara yang lebih positip dan beradab. Misalnya mendoakan keselamatan para pengungsi Rohingya hingga mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan hidup para pengungsi.

Indonesia adalah negara yang sangat terhormat di dalam pergaulan internasional. Dikenal sebagai bangsa yang ramah, pandai menyelesaikan persoalan internal secara baik, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakatnya bagus meskipun dengan beragam suku, agama, ras dan antargolongan.

Maka tidaklah perlu memindahkan persoalan negara tetangga ke dalam pergaulan sosial di Indonesia, meski dengan alasan apapun, termasuk isu SARA. Masih ada cara lain yang lebih indah.
(poe)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Menghapus Asimetris...
Menghapus Asimetris Relasi di Hari Buruh
Pertempuran Sungai Nil,...
Pertempuran Sungai Nil, Perebutan Energi Sumber Daya Alam
Akhir Ramadan, Sportifitas...
Akhir Ramadan, Sportifitas dan Optimisme
Berita Terkini
Prabowo Lantik Kepala...
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil BGN Baru pada Senin 8 Juni 2026
KPK Ungkap Silmy Karim...
KPK Ungkap Silmy Karim Masih Terima Aliran Uang Hasil Pemerasan saat Jabat Wamen Imipas
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved