Merdeka adalah Membangun Jiwa Bangsa

Senin, 04 September 2017 - 09:01 WIB
Merdeka adalah Membangun...
Merdeka adalah Membangun Jiwa Bangsa
A A A
Rizky Fajrianto
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta

KINI 72 tahun setelah bangsa kita merdeka, sesungguhnya perjuangan itu belum berakhir. Kita semua masih harus melakukan revolusi namun dalam arti berbeda bukan lagi mengangkat senjata dan berperang melawan penjajah, tapi membangun jiwa bangsa. Kenapa membangun jiwa bangsa yang merdeka itu penting? Membangun jalan, irigasi, pelabuhan, bandara, atau pembangkit energi juga penting. Namun, seperti kata Bung Karno, membangun suatu negara tak hanya sekadar pembangunan fisik yang sifatnya material, tapi sesungguhnya membangun jiwa bangsa. Ya, dengan kata lain, modal utama membangun suatu negara adalah membangun jiwa bangsa.

Membangun jiwa nasional­isme yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal modern sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Indonesia Kerja Bersama, rasanya tepat membuat gerakan bersama dalam Refleksi HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Seperti pemberantasan illegal fishing, pengelolaan BBM lebih bersih dan transparan, pembangunan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara, serta pembangunan Tol Trans Jawa, Trans Sumatera, dan Kalimantan.

Indonesia akan mengalami bonus demografi dalam bebe­rapa tahun ke depan. Sebuah kondisi dengan jumlah penduduk usia produktif akan jauh melebihi jumlah penduduk usia nonproduktif. Kondisi ini juga akan dibarengi dengan menurun­nya tingkat dependensi kelompok usia nonproduktif terhadap kelompok usia produktif. Kondisi bonus demografi ini tentu adalah sebuah peluang sekaligus tantangan besar bagi Indonesia karena jumlah pemuda yang tinggi akan meningkatkan kemungkinan produktivitas. Karena itu, sudah saatnya bagi Indonesia berbenah dan mempersiapkan diri untuk menyambut peluang ini. Pemuda adalah kunci pembangunan negara. Oleh karena itu, pembangunan dan pengembangan pemuda di Indonesia merupakan cara paling efektif menghadapi kondisi bonus demografi.

Banyak cara yang bisa diberikan oleh anak-anak muda dalam membangun bangsa mulai dari karyanya, prestasinya, hingga masalah kepekaan sosialnya. Karena membangun negara itu bukan hanya mendapatkan juara dalam perlombaan tingkat nasional atau internasional, tapi membangun bangsa bisa dengan menjadi pemuda memiliki kreativitas, teladan, dan menjadi panutan bagi masyarakat. Apalagi selalu merasa bangga dan senang apabila menjadi katalisator perubahan positif bagi lingkungan sekitar.

Dengan begitu, pemuda memiliki kontribusi aktif dalam memajukan lingkungan dengan berbagai macam karya. Membangun jiwa bangsa me­lalui sikap baik yang paling sederhana bisa dilakukan pemuda dengan 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun). Hal tersebut sederhana, tapi pada generasi milenial saat ini banyak anak muda yang sudah saling acuh, tidak peduli antara sesama, dan lainnya, bagaimana bisa jika ingin membangun Indonesia dengan kondisi seperti itu.

Bayangkan jika seluruh anak muda bangsa memiliki sikap baik, tentu tidak akan ada sikap anarkis, bullying, pemakai narkoba, seks bebas, dan tentu akan tercipta generasi penerus bangsa yang selalu peduli antara sesama untuk mencintai Indonesia serta mengamalkan Pancasila.
(wib)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Kaum Disabilitas Vs...
Kaum Disabilitas Vs Kaum OJOL
Larangan Mudik untuk...
Larangan Mudik untuk Keselamatan Publik
Korona Hadiah Terbesar...
Korona Hadiah Terbesar di Hari Kesehatan Dunia
Berita Terkini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved