Dijuluki sebagai Pembawa Berita Kematian, Begini Respons Achmad Yurianto
Jum'at, 10 Juli 2020 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, Yuri berterima kasih karena dijuluki sebagai pembawa berita kematian. Dan keadaan berubah saat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomifo) menunjuk dr Reisa Broto Asmoro sebagai rekannya, pandangan public berubah seketika bahwa Covid-19 tidak lagi menakutkan.
"Begitu partner saya yang ditunjuk Kemenkominfo muncul dokter Reisa, yang memberikan informasi baru berubah pandangan bahwa covid tidak menakutkan lagi. Tidak menakutkan lagi pokoknya, yang baca Covid maksudnya," ujar Yuri lalu dibalas tawa kembali.
Yuri menegaskan, itu merupakan masalah yang dihadapi dalam penanganan pandemi virus Corona, ada celah yang kemudian itu berhasil diisi oleh buku karya Saleh Daulay. Karena, buku tersebut sangat komprehensif melihat pandemi Covid-19 di Tanah Air.
"Gap-gap (celah) itu termuat di buku ini, sehingga kami lihat inilah filling the gap (mengisi celah). Buku ini sangat komprehensif, kita bisa melihat oh ini problemnya," tandas Yuri.
"Begitu partner saya yang ditunjuk Kemenkominfo muncul dokter Reisa, yang memberikan informasi baru berubah pandangan bahwa covid tidak menakutkan lagi. Tidak menakutkan lagi pokoknya, yang baca Covid maksudnya," ujar Yuri lalu dibalas tawa kembali.
Yuri menegaskan, itu merupakan masalah yang dihadapi dalam penanganan pandemi virus Corona, ada celah yang kemudian itu berhasil diisi oleh buku karya Saleh Daulay. Karena, buku tersebut sangat komprehensif melihat pandemi Covid-19 di Tanah Air.
"Gap-gap (celah) itu termuat di buku ini, sehingga kami lihat inilah filling the gap (mengisi celah). Buku ini sangat komprehensif, kita bisa melihat oh ini problemnya," tandas Yuri.
(maf)
Lihat Juga :