Dijuluki sebagai Pembawa Berita Kematian, Begini Respons Achmad Yurianto

Jum'at, 10 Juli 2020 - 20:52 WIB
loading...
Dijuluki sebagai Pembawa...
Peluncuran buku Anggota DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay, mendadak penuh tawa saat Achmad Yurianto menyebut, dirinya dijuluki pembawa berita kematian. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Acara peluncuran buku Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay yang berjudul 'Menghadang Corona: Advokasi Publik Di Masa Pandemik' mendadak penuh tawa saat Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 (virus Corona), Achmad Yurianto menyebut, dirinya dijuluki sebagai pembawa berita kematian lantaran mengumumkan jumlah kasus positif dan juga yang meninggal akibat Covid-19 setiap harinya.

(Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona Harus dari Lingkungan Terkecil)

"Kami sejak awal optimistis, masyarakat sejak awal diminta optimistis, bukan pesimistis. Ini yang sulit karena kami posisi sebagai juru bicara akhirnya harus menjawab masyarakat. Apa sih yang dibutuhkan masyarakat apakah informasi, bukan apa yang saya umumkan dengan data yang saya miliki," kata Yuri di Ruang Rapat Fraksi PAN, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Karena itu Yuri menjelaskan, dirinya memanfaatkan waktu 15 menit di setiap konferensi pers perkembangan virus Corona dengan 10 menit edukasi lalu 5 menit terakhir pengumumkan data-data kasus terbaru. Namun sayangnya, yang dilihat hanya potongan 5 menit terakhir saja sehingga ia dijuluki sebagai pembawa berita kematian, sementara 10 menit edukasi hilang begitu saja.

"Yang selalu dilihat pada potongan 5 menit terakhir bahwa Achmad Yurianto adalah pembawa berita kematian," ucap Yuri disambut tawa orang-orang yang hadir dalam ruangan tersebut. (Baca juga: Kasus Positif Harian Capai 2.657, Jokowi: Ini Sudah Lampu Merah)

Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes itu pun mencari cara agar masyarakat lebih mendengar edukasi ketimbang data-data itu dengan menyelipkan edukasi di tengah-tengah pengumuman data terbaru kasus Covid-19. Sayangnya, data itu disorot lagi saat ia memotong sesi data itu.

"Yang saya akali tidak dipotong-potong, data-data itu saya tambahi nilai edukasi. Begitu saya potong lagi itu dirangkai lagi," terangnya dibalas gelak tawa.

Karena itu, Yuri berterima kasih karena dijuluki sebagai pembawa berita kematian. Dan keadaan berubah saat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomifo) menunjuk dr Reisa Broto Asmoro sebagai rekannya, pandangan public berubah seketika bahwa Covid-19 tidak lagi menakutkan.

"Begitu partner saya yang ditunjuk Kemenkominfo muncul dokter Reisa, yang memberikan informasi baru berubah pandangan bahwa covid tidak menakutkan lagi. Tidak menakutkan lagi pokoknya, yang baca Covid maksudnya," ujar Yuri lalu dibalas tawa kembali.

Yuri menegaskan, itu merupakan masalah yang dihadapi dalam penanganan pandemi virus Corona, ada celah yang kemudian itu berhasil diisi oleh buku karya Saleh Daulay. Karena, buku tersebut sangat komprehensif melihat pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Gap-gap (celah) itu termuat di buku ini, sehingga kami lihat inilah filling the gap (mengisi celah). Buku ini sangat komprehensif, kita bisa melihat oh ini problemnya," tandas Yuri.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 190, Meninggal 5 Orang
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Berita Terkini
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Infografis
Rusia Tolak Gencatan...
Rusia Tolak Gencatan Senjata sebagai Solusi Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved