Keketuaan Indonesia di ASEAN dan Upaya Menjaga Stabilitas Asia Tenggara

Selasa, 13 Desember 2022 - 20:00 WIB
loading...
A A A
Penguatan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan sangat penting karena dapat membangun kepercayaan antaranggota ASEAN, kemampuan pertahanan, dan profesionalisme tentara di era sekarang, seperti menjunjung tinggi HAM. Selain itu, kerja sama pertahanan antar anggota ASEAN dapat memperkuat industri pertahanan dan kebijakan luar negeri negara anggota ASEAN.

Setiap negara anggota harus memperkuat profesionalisme pertahanan, menyiapkan berbagai kesiapan menghadapi ancaman seperti terorisme dan separatisme, serta harus menyiapkan keamanan yang kuat untuk menghadapi bencana alam, bantuan kemanusiaan, dan misi kemanusiaan lainnya. Sebagai negara kepulauan dan negara besar di ASEAN, Indonesia harus mewujudkan sinkronisasi ruang pertahanan dari setiap pulau, provinsi, dan kabupaten hingga kota terkecil.

ASEAN harus menjadi kawasan yang stabil dan damai serta jangkar bagi stabilitas dunia. Lebih lanjut, ASEAN harus konsisten menjunjung tinggi hukum internasional dan tidak menjadi proxy siapa pun dan negara mana pun. Contoh dari tidak menjadi proxy dari negara mana pun, seperti pertentangan Amerika Serikat dan China yang berkaitan dengan kedaulatan Taiwan. Indonesia telah mempertahankan kerja sama yang relatif moderat dengan Taiwan di bidang ekonomi dan budaya.

Pada Juni 2022, pangsa ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan mencapai US$690 juta, mencakup 2,82% ekspor Indonesia bulan Juni di tahun yang sama. Taiwan adalah negara tujuan terbesar kedelapan bagi ekspor Indonesia. Memang ekspor Indonesia ke Taiwan lebih kecil dibandingkan dengan China, yang mencakup 26,3% perdagangan Indonesia.

Jakarta dan Taipei juga menjalin kerja sama perdagangan timbal balik dalam produk minyak, besi dan baja, bahan baku tekstil, suku cadang mesin, dan bahan kimia. Tapi angka kerjasama dari Indonesia dan Taiwan tetap tidak signifikan dibandingkan dengan China.

Taiwan juga menjadi salah satu tujuan terpenting bagi pekerja rumah tangga Indonesia. Setidaknya ada 300.000 WNI di Taiwan, termasuk pekerja migran dan pekerja ilegal. Sedikitnya 237.000 pekerja migran tersebar di berbagai kota di Taiwan. Membandingkan hubungan Indonesia dengan China dan Taiwan, jelas mengapa kita mengerti bahwa Indonesia berpihak pada China. China memang memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada Taiwan di sektor ekonomi.

Namun, Indonesia harus tetap waspada. Terlepas dari alasan yang dapat dimengerti dalam sikap Indonesia terhadap China, Indonesia harus tetap berhati-hati terhadap dampak ekonomi akibat konflik Taiwan-China. Badan Pusat Statistik (BPS) telah memperingatkan ketegangan dapat berdampak pada pasokan semikonduktor Indonesia - chip komputer yang dipasang di perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer.

Taiwan saat ini mendominasi pasar manufaktur semikonduktor dunia. Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan menyumbang sekitar 56% dari persediaan global. Hingga saat ini Taiwan Semiconductor Manufacturing Corporation masih menjadi pemasok semikonduktor terbesar ke Indonesia. Jika ketegangan berubah menjadi perang dagang, pasokan chip semikonduktor ke Indonesia bisa terpengaruh. Hal itu dapat menyebabkan biaya komponen untuk industri elektronik dan otomotif meningkat secara signifikan. Perusahaan seperti Honda dan Yamaha di Indonesia dikabarkan sempat menunda produksi akibat krisis tersebut.

Dalam hal politik, Indonesia harus berhati-hati dalam mengekspresikan sikap diplomatiknya dan mencegah dimanfaatkan sebagai proxy dalam konflik yang lebih luas antara AS dan China. Taiwan dengan Kebijakan Arah Selatan Baru bertujuan untuk membuat Taiwan tidak terlalu bergantung pada China daratan. Kebijakan ini tidak lepas dari pengaruh AS.

Ketegangan China-Taiwan telah memanas menyusul kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan pada awal Agustus 2022. Jika China bergerak maju untuk mengambil tindakan agresif untuk menahan keterlibatan AS yang semakin besar di kawasan Asia, hal ini dapat memicu gesekan yang lebih besar di kawasan tersebut dan mengganggu stabilitas politik di Asia Tenggara. Hal ini juga bisa menjadi salah satu tantangan terberat bagi Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2023.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Perang Berkepanjangan...
Perang Berkepanjangan AS Vs Iran, Indonesia Wajib Perkuat Ketahanan Nasional dan Diplomasi Strategis
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
Indonesia-Korea Bersinergi...
Indonesia-Korea Bersinergi Bangun Ekosistem Webtoon Global
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved