Menanti Nakhoda Baru Hipmi
Senin, 21 November 2022 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan level mantan ketua bidang juga dipercaya menjadi Menteri BUMN seperti Erick Tohir dan Bambang Susatyo yang kini menjabat ketua MPR RI. Ada pula sosok mantan Wakil Bendahara Umum Rosan P Roeslani yang kini menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat. Selain deretan nama tersebut, tak sedikit pula tokoh-tokoh Hipmi menjadi anggota DPR dan DPRD, bahkan kepala daerah.
Tantangan ke Depan
Sebagai organisasi yang mewadahi puluhan ribu pengusaha muda, Hipmi memikul tanggung jawab besar menghadapi tantangan dalam situasi dan kondisi perekonomian global maupun lokal penuh ketidakpastian.
Untuk itu, di tengah perekonomian global yang masih bergejolak, Hipmi harus dapat menyusun strategi dan langkah menghadapi krisis ekonomi global 2023 seperti diramalkan sejumlah lembaga keuangan internasional. Apalagi, sebagian industri kita sudah terdampak krisis seperti industri padat karya tekstil, garmen, alas kaki yang mengalami penurunan order sehingga terpaksa melakukan PHK.
Para anggota Hipmi juga harus memiliki strategi menghadapi potensi krisis pangan dan energi yang berdampak pada perekonomian nasional. Di sinilah Hipmi harus hadir memikirkan bagaimana agar para pengusaha muda memiliki mental dan inovasi yang kuat agar mampu bertahan di tengah ancaman krisis.
Munas Hipmi yang akan berlangsung selama dua hari diharapkan mampu menghasilkan pokok pikiran yang adaptif, inovatif dan solutif dengan mengedepankan kebutuhan dan tantangan anggota baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
Kita berharap agar jangan sampai pada munas ini pemikiran hanya tergerus untuk pemenangan salah satu kandidat ketua umum sehingga melupakan kebutuhan anggota.
Beberapa tantangan yang perlu menjadi pemikiran para peserta munas antara lain untuk jangka pendek adalah kesiapan pengusaha muda dan UMKM menghadapi dampak krisis ekonomi global seperti yang disebutkan di atas.
Dalam jangka menengah Hipmi harus bisa menyikapi dampak bonus demografi yang akan dialami bangsa Indonesia pada 2030, di mana populasi masyarakat akan didominasi oleh penduduk yang berusia produktif.
Adapun dalam jangka panjang, Hipmi harus turut membantu pemerintah melahirkan pelaku-pelaku usaha baru yang saat ini jumlahnya masih sekitar 3,4% sehingga mencapai target 12% dari jumlah populasi Indonesia.
Tantangan ke Depan
Sebagai organisasi yang mewadahi puluhan ribu pengusaha muda, Hipmi memikul tanggung jawab besar menghadapi tantangan dalam situasi dan kondisi perekonomian global maupun lokal penuh ketidakpastian.
Untuk itu, di tengah perekonomian global yang masih bergejolak, Hipmi harus dapat menyusun strategi dan langkah menghadapi krisis ekonomi global 2023 seperti diramalkan sejumlah lembaga keuangan internasional. Apalagi, sebagian industri kita sudah terdampak krisis seperti industri padat karya tekstil, garmen, alas kaki yang mengalami penurunan order sehingga terpaksa melakukan PHK.
Para anggota Hipmi juga harus memiliki strategi menghadapi potensi krisis pangan dan energi yang berdampak pada perekonomian nasional. Di sinilah Hipmi harus hadir memikirkan bagaimana agar para pengusaha muda memiliki mental dan inovasi yang kuat agar mampu bertahan di tengah ancaman krisis.
Munas Hipmi yang akan berlangsung selama dua hari diharapkan mampu menghasilkan pokok pikiran yang adaptif, inovatif dan solutif dengan mengedepankan kebutuhan dan tantangan anggota baik untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.
Kita berharap agar jangan sampai pada munas ini pemikiran hanya tergerus untuk pemenangan salah satu kandidat ketua umum sehingga melupakan kebutuhan anggota.
Beberapa tantangan yang perlu menjadi pemikiran para peserta munas antara lain untuk jangka pendek adalah kesiapan pengusaha muda dan UMKM menghadapi dampak krisis ekonomi global seperti yang disebutkan di atas.
Dalam jangka menengah Hipmi harus bisa menyikapi dampak bonus demografi yang akan dialami bangsa Indonesia pada 2030, di mana populasi masyarakat akan didominasi oleh penduduk yang berusia produktif.
Adapun dalam jangka panjang, Hipmi harus turut membantu pemerintah melahirkan pelaku-pelaku usaha baru yang saat ini jumlahnya masih sekitar 3,4% sehingga mencapai target 12% dari jumlah populasi Indonesia.
Lihat Juga :