Sawit Berkontribusi Besar dalam Pengendalian Perubahan Iklim

Jum'at, 11 November 2022 - 20:05 WIB
loading...
Sawit Berkontribusi...
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud di sela Konferensi Perubahan Iklim COP27 UNFCCC di Sharm El Sheikh, Mesir. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Kelapa sawit ternyata dapat berkontribusi besar dalam pengendalian perubahan iklim. Berdasarkan perhitungan, tutupan kebun sawit nasional seluas 16,38 juta hektare berkontribusi pada penyerapan 2,2 miliar ton CO2 setiap tahun.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud mengatakan, sesuai dengan komitmen untuk pengurangan emisi karbon yang telah dicanangkan Indonesia dalam dokumen Nationally Determinded Contribution (NDC), pemerintah terus mengawal agar industri kelapa sawit bertransformasi untuk menerapkan praktik berkelanjutan.

"Sesuai dokumen NDC, industri kelapa sawit hulu-hilir berperan penting untuk mencapai target Nasional yang ingin dicapai tahun 2030,” kata Musdalifah saat memberi pidato kunci saat sesi diskusi panel bertajuk “Contributing Palm Oil Towards Carbon Emission Reduction” di Paviliun Indonesia, pada Konferensi Perubahan Iklim COP27 UNFCCC di Sharm El Sheikh, Mesir, dalam keterangan tertulis diterima, Jumat (11/11/2022.



Untuk mendorong praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia yang disebut dengan ISPO. Adanya ISPO menaikkan daya saing sekaligus memperkuat upaya untuk mengakselerasi penurunan emisi karbon dari industri kelapa sawit Indonesia.

Musdalifah melanjutkan, guna meningkatkan peran kelapa sawit dalam pengurangan emisi karbon, dengan mengembangkan biodisel (B30) untuk mengurangi ketergantungan kepada bahan bakar fosil.

Berdasarkan perhitungan, program B30 telah mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 29,5 juta ton, setara CO2 di tahun 2022. Di sisi lain, tutupan kebun sawit seluas 16,38 juta hektare juga berkontribusi pada penyerapan 2,2 miliar ton CO2 setiap tahun.

Kontribusi penyerapan karbon dari biodisel kelapa sawit diharapkan akan semakin meningkat seiring dengan rencana penerapan B40 dan peningkatan bauran energi baru dan terbarukan 23% pada tahun 2025.

Baca juga: Menteri LHK Dorong Kontribusi Generasi Muda Atasi Perubahan Iklim

Sementara Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Laksmi Dewanthi menjelaskan, untuk menekan emisi karbon dari sektor penggunaan lahan, pemerintah telah menerbitkan kebijakan penghentian penerbitan izin baru di hutan primer dan lahan gambut. “Kebijakan ini juga berlaku untuk perkebunan,” katanya.

Menurut Laksmi, untuk peningkatan produksi minyak sawit kebijakan yang diimplementasikan tidak lagi ekstensifikasi lahan tetapi intensifikasi seperti tertuang dalam dokumen NDC. "Pemerintah akan mendorong produktivitas kebun sawit dari 18,18 ton per hektare di tahun 2019 menjadi 20,4 ton per hektare ada tahun 2030,” katanya.

Laksmi membeberkan, berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 6 Tahun 2019, Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Tahun 2019-2024 pemerintah akan terus mendorong perkebunan sawit untuk melakukan aksi perlindungan keanekaragaman hayati dan bentang lahan. Ketentuan itu juga akan menjadi panduan untuk menyelesaikan persoalan satus lahan perkebunan sawit dan upaya-upaya lain untuk pengurangan emisi gas rumah kaca.

Wakil Rektor IPB University Profesor Dodik R Nurrochmat berpendapat, untuk meningkatkan penyerapan emisi karbon di lahan terdegradasi, pengembangan kebun sawit dengan pola agroforestry bisa dijadikan pilihan. "Agroforestry sawit akan meningkatkan produktivitas lahan menjaga fungsi hidrologis dan ekologis dan meningkatkan penyerapan dan penyimpanan karbon," katanya.

Dengan meningkatkan produktivitas lahan, kata dia, maka kebakaran hutan dan lahan yang menjadi salah satu sumber emisi karbon bisa ditekan. "Cara yang paling efektif untuk mengurangi emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan adalah dengan meningkatkan produktivitasnya. Pada lahan yang produktif kebakaran bisa dicegah karena akan ada pengelolanya," tutup Dodik.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
PASPI Apresiasi Komitmen...
PASPI Apresiasi Komitmen BPDP di Riset Kelapa Sawit
Sawit Indonesia di Persimpangan...
Sawit Indonesia di Persimpangan Ekonomi dan Keberlanjutan Global
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Rekomendasi
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Berita Terkini
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved