Cermati Serius Tren Kenaikan Kasus Covid-19
Rabu, 09 November 2022 - 14:48 WIB
loading...
Kasus baru Covid-19 yang diduga dipicu penyebaran subvarian baru XBB harus diwaspadai. Pemerintah perlu mempertimbangkan pengetatan kembali aktivitas masyarakat selain mengimbau protokol kesehatan diperketat. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
TREN kasus baru Covid-19 tampak terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini tidak bisa dianggap remeh karena juga diikuti dengan peningkatan angka kematian. Merujuk pada data Senin (7/11), tercatat ada 3.828 kasus baru korona yang menjangkiti warga Indonesia. Dalam sepekan terakhir, tren kasus harian juga terus bertahan berkisar pada angka 3.000 hingga 5.000-an. Angka kematian rata-rata sebanyak 33 orang.
Stabilnya penambahan kasus baru di atas angka 3.000 ini harus menjadi kewaspadaan bersama. Sebab pada periode awal Agustus atau kala merebaknya subvarian Omicron BA.2 lalu, angka 3.000 ini baru terakumulasi dalam waktu sekitar sepekan. Dengan fakta ini, kewaspadaan terhadap wabah ini adalah suatu keniscayaan meski situasinya tidak separah ketika ada varian Delta pada medio 2021 silam.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menduga peningkatan kasus ini dipicu adanya subvarian XBB yang merupakan mutasi dari subvarian BA.2. Meski tergolong baru, varian ini tergolong cepat menyebar. Potensi penularannya 1,7 lebih cepat ketimbang Omicron, Delta maupun Alpha. Bahkan Kemenkes telah memprediksi bahwa tren peningkatan kasus baru Covid-19 ini akan terus terjadi hingga puncaknya pada akhir 2022 hingga awal 2023.
Meski sudah membuat prediksi awal, Kemenkes belum mendata seberapa banyak penderita baru Covid-19 ini yang terpapar varian XBB. Namun terlepas dari itu, penambahan kasus baru ini telah berbanding lurus dengan jumlah kasus yang meninggal.
Stabilnya penambahan kasus baru di atas angka 3.000 ini harus menjadi kewaspadaan bersama. Sebab pada periode awal Agustus atau kala merebaknya subvarian Omicron BA.2 lalu, angka 3.000 ini baru terakumulasi dalam waktu sekitar sepekan. Dengan fakta ini, kewaspadaan terhadap wabah ini adalah suatu keniscayaan meski situasinya tidak separah ketika ada varian Delta pada medio 2021 silam.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menduga peningkatan kasus ini dipicu adanya subvarian XBB yang merupakan mutasi dari subvarian BA.2. Meski tergolong baru, varian ini tergolong cepat menyebar. Potensi penularannya 1,7 lebih cepat ketimbang Omicron, Delta maupun Alpha. Bahkan Kemenkes telah memprediksi bahwa tren peningkatan kasus baru Covid-19 ini akan terus terjadi hingga puncaknya pada akhir 2022 hingga awal 2023.
Meski sudah membuat prediksi awal, Kemenkes belum mendata seberapa banyak penderita baru Covid-19 ini yang terpapar varian XBB. Namun terlepas dari itu, penambahan kasus baru ini telah berbanding lurus dengan jumlah kasus yang meninggal.
Lihat Juga :