Indonesia dan Ancaman Resesi Global

Rabu, 09 November 2022 - 06:39 WIB
loading...
A A A
Saat mengumumkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2022 mencapai 5,44% beberapa bulan lalu, BPS mencatat beberapa faktor penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pelonggaran aktivitas seiring penurunan kasus positif harian Covid-19 turut berkontribusi dalam mendongkrak tingkat konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional mencapai 5,51%. Pertumbuhan tingkat konsumsi ini juga didukung oleh momentum hari besar keagamaan Idulfitri pada Mei lalu.

Faktor lain juga dicatat BPS sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu kinerja ekspor yang terus melesat mencapai 19,74 %. Kinerja ekspor ini moncer karena lonjakan harga sejumlah komoditas unggulan, seperti batubara, nikel, dan sawit. Gangguan rantai pasok dunia berdampak terhadap kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia tersebut sehingga memberikan keuntungan tersendiri terhadap kinerja ekspor Indonesia.

Langkah pemerintah menambah subsidi energi dan memberikan bantuan sosial juga menjadi faktor lain yang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2022. Melalui Peraturan Presiden Nomor 98/2022, pemerintah telah menambah anggaran subsidi energi Rp208,9 triliun. Pemerintah juga memberikan kompensasi kepada Pertamina dan PLN sebesar Rp293,5 triliun karena telah menahan harga dalam dua tahun terakhir. Total anggaran subsidi energi mencapai Rp502 triliun.

Subsidi energi membuat inflasi Indonesia lebih terkendali dibandingkan negara-negara lain. Tingkat inflasi pada Juli tercatat 4,94%, jauh di bawah Amerika Serikat 9,1%, Inggris 8,2%, Korea Selatan 6,1%, dan Uni Eropa 9,6%.

Lalu bagaimana utang luar negeri Indonesia? Krisis hebat dialami oleh Sri Lanka sejak beberapa bulan lalu dan memunculkan analisis pesimistis terhadap ekonomi Indonesia dengan mengatakan kondisi Indonesia yang juga memiliki jumlah utang luar negeri tinggi akan bernasib sama dengan Sri Lanka.

Harus dilihat bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi sebuah negara untuk menilai apakah negera tersebut akan gagal dalam utang luar negeri atau tidak. Selama negara tersebut masih memiliki pertumbuhan ekonomi positif dan utang luar negeri terus diusahakan turun, besar kemungkinan negara itu akan mampu bertahan lolos dari jeratan utang dan ketidakpastian ekonomi di masa depan.

Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sebagaimana capaian pada kuartal II/2022 tersebut menegaskan tren tumbuh di atas 5% secara beruntun selama tiga kuartal terakhir. Sebelum ini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2022 sebesar 5,1%. Tren positif ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah kembali pada jalur semula seperti sebelum dihantam pandemi.

Merujuk data Kementerian Keuangan Republik Indonesia hingga 31 Mei 2022 utang Indonesia mencapai Rp7.002,24 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 38,88%. Realisasi utang itu naik 9,1% dibandingkan realisasi posisi utang pada Mei 2021 sebesar Rp6.418,5 triliun. Adapun bila dibandingkan dengan posisi utang pada April 2022 maka turun 0,54 % di mana saat itu mencapai Rp7.040,32 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Ada Pengamat Beras, tapi Background-nya Bukan di Situ
Rule Versus Diskresi
Rule Versus Diskresi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Rekomendasi
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved