Indonesia dan Ancaman Resesi Global

Rabu, 09 November 2022 - 06:39 WIB
loading...
A A A
Selain itu, harus dipahami juga posisi rasio utang terhadap PDB 38,88% berada dalam kategori aman. Kondisi itu sangat jauh apabila dibandingkan Sri Lanka dengan rasio utang terhadap PDB lebih dari 100%.

Apabila dibedah lebih jauh sebagian besar utang Indonesia berupa surat berharga negara berdenominasi rupiah. Merujuk data Kementerian Keuangan, komposisi utang hingga 31 Mei 2022 berasal dari penarikan Surat Berharga Negara Rp6.175,83 triliun atau mencapai 88,20%. Dalam bentuk rupiah domestik sebesar Rp4.934,56 triliun di mana berasal dari penerbitan Surat Utang Negara Rp4.055,03 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara Rp879,53 triliun.

Kemudian komposisi utang Indonesia berasal dari pinjaman senilai Rp826,41 triliun atau 11,8%. Ini terdiri atas pinjaman dalam negeri Rp14,74 triliun dan utang berasal pinjaman luar negeri sebesar Rp811,67 triliun. Adapun utang luar negeri terdiri atas pinjaman bilateral Rp280,32 triliun, pinjaman multilateral Rp488,62 triliun, commercial banks Rp42,72 triliun. Jadi, komposisi pinjaman luar negeri didominasi oleh pinjaman multilateral.

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang tengah mengarah pada pemulihan menuju kondisi sebelum pandemi perlahan-lahan mulai dirasakan dan diapresiasi oleh publik. Merujuk temuan hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 9 - 11 Juli 2022, sebagian besar responden (39,2%) menilai kondisi ekonomi nasional saat ini lebih baik atau jauh lebih baik dibandingkan kondisi ekonomi tahun lalu.

Para responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini lebih buruk atau jauh lebih buruk dibandingkan kondisi ekonomi tahun lalu 26,9%. Tercatat 31,4% responden mengatakan tidak ada perubahan dan 2,5% responden lain tidak tahu/tidak jawab.

Dengan melihat pencapaian impresif pertumbuhan ekomoni selama tiga kuartal berturut-turut tersebut serta posisi rasio utang terhadap PDB, tidak berlebihan untuk mengatakan Indonesia jauh dari ancaman resesi tahun depan. Tidak ada alasan bagi bangsa ini untuk tidak optimistis menatap 2023.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Ada Pengamat Beras, tapi Background-nya Bukan di Situ
Rule Versus Diskresi
Rule Versus Diskresi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Rekomendasi
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Berita Terkini
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved