Tragedi Kemanusiaan oleh Manusia

Senin, 07 November 2022 - 10:47 WIB
loading...
A A A
Dalam perspektif filosofis sebenarnya yang menciptakan tragedi adalah bukan perayaan hallowen di Itaewon atau pertandingan sepakbola di Kanjuruhan Malang. Tetapi berasal dari perilaku manusia dalam merespons hiburan yang ada di tengah masyarakat itu sendiri.

Tragedi Kemanusiaan
Dalam peradaban manusia modern dapat dikatakan kedua peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan post modern. Jean Francois Lyotard (1979), dalam bukunyaPostmodern Condition: Report on Knowledge, menjelaskan terminologi tragedi kemanusiaan adalah penyimpangan terhadap hakikat martabat manusia oleh masa modernisasi itu sendiri sehingga membawa manusia kembali pada peradaban yang terbelakang.

Judul pada artikel ini yakni tragedi kemanusiaan oleh manusia merujuk pada terjadinya tragedi kemanusiaan yang berawal dari hiburan masyarakat yang merakyat. Tragedi terjadi karena perilaku antarsesama masyarakat itu sendiri.

Pemahaman ‘antarmasyarakat’ merujuk pada masyarakat dengan kelas sosial yang relatif sama. Dalam pengertian kedua tragedi tersebut tidak terjadi atau dimulai karena tindakan kekerasan oleh elite atau pihak yang berkuasa, seperti misalnya tragedi kemanusiaan Tiananmen pada tahun 1989 di China. Peristiwa itu terjadi karena penguasa yang represif atau pemaknaan tragedi yang menempatkan masyarakat sebagai korban atas serangan kelompok bersenjata. Kejadia ini mirip seperti teror di teater Bataclan Paris pada 2015 yang menewaskan lebih dari 125 orang.

Dua tragedi yang terjadi di penghujung 2022 ini terjadi bukan karena konflik elite dengan masyarakat, melainkan terjadi karena perilaku masyarakat dalam merespons hiburan rakyat itu sendiri. Ironisnya konteks pemahaman hiburan rakyat itu sendiri adalah wahana yang seharusnya menyatukan masyarakat dengan kegembiraan dan kebersamaan, namun makna hiburan rakyat itu sendiri bergeser menjadi tragedi rakyat mengingat nampak jelas ada penyimpangan makna dan tujuan dari hiburan rakyat itu sendiri.

Menyimpangnya makna tersebut tercermin dari perilaku masyarakat yang sewajarnya memaknai hiburan rakyat sebagai sesuatu yang membawa kebersamaan, namun pada faktanya dalam dua tragedi tersebut nampak jelas bahwa dominasi egoisme setiap individu manusia yang pada akhirnya mengubah hiburan rakyat menjadi tragedi rakyat.

Michael Foucoult (1980), menjelaskan bahwa ego adalah kehendak bebas manusia yang disadari dan diperjuangkan untuk diwujudkan. Berangkat dari pemikiran eksistensialisme oleh Michael Foucoult tersebut nampak jelas bahwa dalam dua tragedi tersebut manusia memiliki kehendak bebas untuk mencapai tujuannya meskipun mengorbankan sesama manusia.

Pelajaran penting yang dapat diambil dari kedua tragedi tersebut adalah hilangnya kebersamaan sebagai sesama manusia melainkan kini manusia lebih memanjakan demi eksistensi dan pemuasan egonya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MA Batalkan Vonis Bebas...
MA Batalkan Vonis Bebas 2 Polisi Terdakwa Kasus Tragedi Kanjuruhan
Hadapi Korban Kanjurahan...
Hadapi Korban Kanjurahan Secara Humanis, Pengamat Puji Sikap Pemerintah
Laporan Ditolak Bareskrim,...
Laporan Ditolak Bareskrim, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Ajukan Keberatan
Menakar Efek Blackpink
Menakar Efek Blackpink
Pernah Dicopot Usai...
Pernah Dicopot Usai Tragedi Kanjuruhan, Irjen Nico Afinta Dimutasi Jadi Kepala STIK Lemdiklat
Kejagung Pelajari Berkas...
Kejagung Pelajari Berkas Putusan Vonis Rendah 3 Terdakwa Tragedi Kanjuruhan
Kim Soo Hyun Mulai Comeback...
Kim Soo Hyun Mulai Comeback ke Industri Hiburan Lewat Iklan Fashion
Jaksa Ajukan Surat Penangkapan...
Jaksa Ajukan Surat Penangkapan untuk Kim Se-ui yang Diduga Memfitnah Kim Soo-hyun
Kebiasaan Makan IU Bikin...
Kebiasaan Makan IU Bikin Kaget, Satu Potong Kimbap Dikunyah 30 Menit
Rekomendasi
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Kaya Emas, Pulau Ini...
Kaya Emas, Pulau Ini Berpotensi Diambil Alih oleh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved