Geledah Rumah Ketua DPRD Sulsel, KPK Sita Dokumen Keuangan

Kamis, 03 November 2022 - 09:47 WIB
loading...
Geledah Rumah Ketua DPRD Sulsel, KPK Sita Dokumen Keuangan
KPK menggeledah kediaman Ketua DPRD Sulsel, Ina Kartika Sari di Jalan Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel pada Rabu 2 November 2022. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Ketua DPRD Sulsel , Ina Kartika Sari di Jalan Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu 2 November 2022.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan penggeledahan di rumah Ina Kartika Sari tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap pemeriksaan laporan keuangan Pemprov Sulsel yang menyeret sejumlah auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Sulawesi. Baca juga: Rumah Pribadi Ketua DPRD Sulsel Digeledah KPK, Ada Apa?

"Informasi yang kami terima, tim penyidik KPK melaksanakan penggeledahan di salah satu kediaman pribadi yang berada di jalan Pelita Raya Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Betul (rumah Ketua DPRD Sulsel)," ujar Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (3/11/2022).

Dalam penggeledahan itu, KPK berhasil mengamankan dokumen keuangan untuk pelaksanaan anggaran di lingkungan Pemprov Sulsel. KPK sedang menganalisis dokumen tersebut guna proses penyitaan.

"Ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen keuangan untuk pelaksanaan anggaran di Pemprov Sulsel. Analisis dan penyitaan atas bukti-bukti dimaksud segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan perkara ini," jelasnya.

Sebelumnya, penyidik KPK juga sempat memeriksa Ina Kartika Sari dalam kapasitasnya sebagai saksi pada Senin 24 Oktober 2022. Ina diperiksa bersama-sama dengan Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni'matullah.

Penyidik menggali keterangan Ina Kartika dan Ni'matullah soal hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Sulsel yang dikelola oleh Sekretaris Dewan (Sekwan).

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pemeriksaan laporan keuangan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020.

Kelima tersangka tersebut yakni, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andy Sonny (AS) serta tiga Auditor BPK di Sulawesi yakni, Yohanes Binur Haryanto Manik (YBHM); Wahid Ikhsan Wahyudin (WIW); serta Gilang Gumilar (GG). Mereka ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan satu tersangka pemberi suap yakni, mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat (ER). Penetapan kelima tersangka tersebut merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat. Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat telah divonis bersalah atas kasusnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2382 seconds (10.101#12.26)