Kisah Jenderal TNI Subagyo HS Pernah Ditertawakan, Akhirnya Jadi Danjen Kopassus hingga KSAD
Senin, 31 Oktober 2022 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Legenda Perang Rimba, Perwira Kopassus Ini Perdayai Pasukan Elite Inggris yang Melatihnya
Dengan latar belakang itu, Subagyo merasa tersinggung ketika impiannya untuk menjadi jenderal ditertawakan kawan-kawannya. Sebab, awalnya dia berharap impiannya itu didukung dan didoakan kawan-kawannya.
Namun, Subagyo menjadikan itu sebagai cambuk baginya untuk membuktikan impiannya tersebut bukanlah omong kosong. “Sok, aku dadi bintang papat (besok, aku jadi bintang empat),” kata Bagyo, lulusan Akabri 1970 ini dalam hati.
Memasuki Mei 1994 atau tiga windu mengabdi di militer, Kolonel Inf Subagyo mendapatkan promosi kenaikan pangkat. Bagyo tembus bintang satu alias brigadir jenderal (brigjen).
Baca: Kisah Soeharto Muda Ditampar Pendiri Kopassus
Hal itu sekaligus mencatatkan Bagyo sebagai lulusan pertama lichting 70 yang pecah bintang. Karier Subagyo makin bersinar.
ABRI kembali melakukan mutasi besar-besaran pada akhir Agustus 1994. Subagyo yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pengamanan dan Sandi Angkatan Darat (Kadispamad) tanpa diduga ditunjuk sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) atau orang nomor satu di Korps Baret Merah.
Penunjukkan Subagyo itu mengejutkan banyak pihak. Betapa tidak, nama Subagyo jauh dari bursa calon Danjen Kopassus ketika itu. Subagyo juga tak menyangka.
Baca juga: Wajib Tahu! Jenderal Spartan Ini yang Memulai Seragam Loreng Darah Mengalir Kopassus
“Sewaktu masih kolonel dan menjadi Komandan Grup A Paswalpres (kini Paspampres), Subagyo mendukung Asisten Operasi Kopassus saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk menjadi Danjen Kopassus,” ujar Carmelita.
Dalam bayangan Subagyo, jika Luhut Pandjaitan menjadi Danjen Kopassus, dia berharap bisa menjadi salah satu Panglima Divisi Kostrad. Namun, yang terjadi tidak demikian.
Luhut Pandjaitan adalah rekan seangkatan Subagyo di Akabri 70 sekaligus peraih Adhi Makayasa. Subagyo menggantikan seniornya, Brigjen TNI Agum Gumelar.
Dengan latar belakang itu, Subagyo merasa tersinggung ketika impiannya untuk menjadi jenderal ditertawakan kawan-kawannya. Sebab, awalnya dia berharap impiannya itu didukung dan didoakan kawan-kawannya.
Namun, Subagyo menjadikan itu sebagai cambuk baginya untuk membuktikan impiannya tersebut bukanlah omong kosong. “Sok, aku dadi bintang papat (besok, aku jadi bintang empat),” kata Bagyo, lulusan Akabri 1970 ini dalam hati.
Memasuki Mei 1994 atau tiga windu mengabdi di militer, Kolonel Inf Subagyo mendapatkan promosi kenaikan pangkat. Bagyo tembus bintang satu alias brigadir jenderal (brigjen).
Baca: Kisah Soeharto Muda Ditampar Pendiri Kopassus
Hal itu sekaligus mencatatkan Bagyo sebagai lulusan pertama lichting 70 yang pecah bintang. Karier Subagyo makin bersinar.
ABRI kembali melakukan mutasi besar-besaran pada akhir Agustus 1994. Subagyo yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pengamanan dan Sandi Angkatan Darat (Kadispamad) tanpa diduga ditunjuk sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) atau orang nomor satu di Korps Baret Merah.
Penunjukkan Subagyo itu mengejutkan banyak pihak. Betapa tidak, nama Subagyo jauh dari bursa calon Danjen Kopassus ketika itu. Subagyo juga tak menyangka.
Baca juga: Wajib Tahu! Jenderal Spartan Ini yang Memulai Seragam Loreng Darah Mengalir Kopassus
“Sewaktu masih kolonel dan menjadi Komandan Grup A Paswalpres (kini Paspampres), Subagyo mendukung Asisten Operasi Kopassus saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk menjadi Danjen Kopassus,” ujar Carmelita.
Dalam bayangan Subagyo, jika Luhut Pandjaitan menjadi Danjen Kopassus, dia berharap bisa menjadi salah satu Panglima Divisi Kostrad. Namun, yang terjadi tidak demikian.
Luhut Pandjaitan adalah rekan seangkatan Subagyo di Akabri 70 sekaligus peraih Adhi Makayasa. Subagyo menggantikan seniornya, Brigjen TNI Agum Gumelar.
Lihat Juga :