Pemda Diminta Tingkatkan Realisasi APBD dan Aktifkan Satgas Pangan
Senin, 24 Oktober 2022 - 17:40 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian memimpin Rakor Pengendalian Inflasi di Daerah yang berlangsung secara virtual dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (24/10/2022). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah meningkatkan realisasi APBD dan mengaktifkan Satgas Pangan untuk mengendalikan inflasi. Pemda, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus bergerak bersama dalam menghadapi inflasi .
"Kita satu perahu, mengutamakan pendampingan kepada daerah agar tidak ragu-ragu untuk menggunakan instrumen keuangan yang ada, APBD terutama. Di samping mengaktifkan Satgas Pangan maupun Tim Pengendali Inflasi Daerah masing-masing," kata Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Daerah yang berlangsung secara virtual dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (24/10/2022).
Mendagri mendorong pemda bergerak bersama dalam menghadapi inflasi. Sebab, besaran inflasi secara nasional merupakan penjumlahan dari angka inflasi yang terjadi seluruh Pemda. Jika Pemda dapat bergerak bersama, maka inflasi secara nasional dapat dikendalikan.
"Kalau semua daerah bisa mengendalikan inflasi daerah masing-masing, maka secara nasional nanti akan jauh lebih mudah untuk dikendalikan. Itulah tujuan kita untuk rapat mingguan ini," katanya.
Mendagri menjelaskan, inflasi merupakan salah satu isu global yang menjadi perhatian seluruh dunia. Inflasi saat ini, salah satunya, sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Beberapa negara di dunia mengalaminya, seperti Laos sebesar 34%, Sri Lanka 69,8%, Turki sebesar 83%, hingga Lebanon yang inflasinya mencapai 162%. "Nah ini kita (Indonesia) pada posisi yang relatif masih landai 5,95%," katanya.
"Kita satu perahu, mengutamakan pendampingan kepada daerah agar tidak ragu-ragu untuk menggunakan instrumen keuangan yang ada, APBD terutama. Di samping mengaktifkan Satgas Pangan maupun Tim Pengendali Inflasi Daerah masing-masing," kata Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Daerah yang berlangsung secara virtual dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (24/10/2022).
Mendagri mendorong pemda bergerak bersama dalam menghadapi inflasi. Sebab, besaran inflasi secara nasional merupakan penjumlahan dari angka inflasi yang terjadi seluruh Pemda. Jika Pemda dapat bergerak bersama, maka inflasi secara nasional dapat dikendalikan.
"Kalau semua daerah bisa mengendalikan inflasi daerah masing-masing, maka secara nasional nanti akan jauh lebih mudah untuk dikendalikan. Itulah tujuan kita untuk rapat mingguan ini," katanya.
Mendagri menjelaskan, inflasi merupakan salah satu isu global yang menjadi perhatian seluruh dunia. Inflasi saat ini, salah satunya, sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Beberapa negara di dunia mengalaminya, seperti Laos sebesar 34%, Sri Lanka 69,8%, Turki sebesar 83%, hingga Lebanon yang inflasinya mencapai 162%. "Nah ini kita (Indonesia) pada posisi yang relatif masih landai 5,95%," katanya.
Lihat Juga :