Kelangkaan Vaksin Meningitis Meningokokus Buat Penyelenggara Ibadah Umrah Resah
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 15:11 WIB
loading...
Kelangkaan Vaksin Meningitis Meningokokus (MM) membuat pelau bisnis umrah di Indonesia resah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (AMPUH) menilai kelangkaan Vaksin Meningitis Meningokokus (MM) membuat pelau bisnis umrah di Indonesia resah. Sebab, para penyelenggara umrah kesulitan dalam mendapatkan vaksin tersebut.
Sekjen Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (AMPUH), Tri Winarto mengatakan, kelangkaan vaksin tersebut membuat bisnis umrah di Indonesia gelisah. Pasalnya, sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), mereka mengalami kesulitan mendapatkan vaksin MM yang disyaratkan pemerintah Indonesia. Kondisi ini bisa membuat calon jamaah terancam gagal berangkat ke Tanah Suci.
"Iya travel saya mengalami kendala harus menunggu antrean ketersediaan. Sekarang itulah kondisinya tidak hanya di travel saya saja. Anggota AMPUH juga mengeluh baik di Surabaya, Sumatera, Jogja, hingga Jawa Tengah,"kata Tri saat dihubungi MNC Portal, Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, Sampai Kapan?
Tri mengatakan pemerintah Indonesia sungguh ironi, jika mewajibkan vaksin MM, sementara persediaan vaksinnya belum memadai. Sebelumnya, pemerintah berjanji akan menyediakan vaksin MM sebanyak 250.000 pada pekan pertama Oktober 2022. Namun, jumlah vaksin itu pun tak sebanding dengan banyaknya calon jamaah umrah pascapandemi Covid-19.
Baca juga: Komisi IX DPR Tagih Janji Kemenkes Sediakan 250 Ribu Vaksin Meningitis
"Ada penambahan vaksin terakhir 250.000, sangat tidak signifikan dengan kebutuhan jamaah yang memang setelah dua tahun tidak aktivitas jadi luar biasa jumlahnya yang ingin berangkat umrah. Jadi, ironis memang mewajibkan vaksin tetapi tidak ada barangnya,"kata dia.
Sekjen Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (AMPUH), Tri Winarto mengatakan, kelangkaan vaksin tersebut membuat bisnis umrah di Indonesia gelisah. Pasalnya, sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), mereka mengalami kesulitan mendapatkan vaksin MM yang disyaratkan pemerintah Indonesia. Kondisi ini bisa membuat calon jamaah terancam gagal berangkat ke Tanah Suci.
"Iya travel saya mengalami kendala harus menunggu antrean ketersediaan. Sekarang itulah kondisinya tidak hanya di travel saya saja. Anggota AMPUH juga mengeluh baik di Surabaya, Sumatera, Jogja, hingga Jawa Tengah,"kata Tri saat dihubungi MNC Portal, Jumat (21/10/2022).
Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, Sampai Kapan?
Tri mengatakan pemerintah Indonesia sungguh ironi, jika mewajibkan vaksin MM, sementara persediaan vaksinnya belum memadai. Sebelumnya, pemerintah berjanji akan menyediakan vaksin MM sebanyak 250.000 pada pekan pertama Oktober 2022. Namun, jumlah vaksin itu pun tak sebanding dengan banyaknya calon jamaah umrah pascapandemi Covid-19.
Baca juga: Komisi IX DPR Tagih Janji Kemenkes Sediakan 250 Ribu Vaksin Meningitis
"Ada penambahan vaksin terakhir 250.000, sangat tidak signifikan dengan kebutuhan jamaah yang memang setelah dua tahun tidak aktivitas jadi luar biasa jumlahnya yang ingin berangkat umrah. Jadi, ironis memang mewajibkan vaksin tetapi tidak ada barangnya,"kata dia.
Lihat Juga :