Kelangkaan Vaksin Meningitis Meningokokus Buat Penyelenggara Ibadah Umrah Resah
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, vaksin MM kini sudah tidak diwajibkan oleh Pemerintah Arab Saudi sebagai syarat pelaksanaan ibadah umrah. Untuk itu, dirinya meminta kebijaksanaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk tidak memaksakan vaksin MM kepada calon jamaah umrah. "Solusinya dalam hal ini Kementerian Kesehatan harus bijaksana, tidak memaksakan aturan wajib bagi jamaah umrah. Buktinya Saudi pun tidak menanyakan apa pun kepada jamaah terkait dengan vaksin ini," tutur Tri.
Terakhir jika itu terus berlanjut maka akan menyebabkan kerugian di ribuan travel di Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta dukungan pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. "Di situ ada kehidupan karyawan dan keluarga yang bergantung pada bisnis ini. Kalau bisnis ini terhalang, tidak karena Saudi, justru karena dilakukan oleh internal Indonesia sendiri, tentu sangat tidak baik,"kata dia.
Senada, Waketum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Muhammad Azhar Gazali meminta kepada pemerintah agar dapat mempertimbangkan kembali keharusan vaksin MM bagi calon jamaah umrah. Jika masih tetap diwajibkan, maka pemerintah lanjutnya harus dapat menyiapkan ketersediaan stok vaksin untuk seluruh calon jamaah umrah di seluruh Indonesia.
"Ini yang lagi kami perjuangkan di asosiasi. Kenapa negara tujuan tidak mewajibkan sebagai syarat, justru dari negara sendiri yang ngotot tetap mewajibkan sudah begitu tidak diikuti ketersediaan stok vaksin, kalau tidak mampu menyediakan jangan memaksakan mestinya,"katanya.
Terakhir jika itu terus berlanjut maka akan menyebabkan kerugian di ribuan travel di Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta dukungan pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. "Di situ ada kehidupan karyawan dan keluarga yang bergantung pada bisnis ini. Kalau bisnis ini terhalang, tidak karena Saudi, justru karena dilakukan oleh internal Indonesia sendiri, tentu sangat tidak baik,"kata dia.
Senada, Waketum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Muhammad Azhar Gazali meminta kepada pemerintah agar dapat mempertimbangkan kembali keharusan vaksin MM bagi calon jamaah umrah. Jika masih tetap diwajibkan, maka pemerintah lanjutnya harus dapat menyiapkan ketersediaan stok vaksin untuk seluruh calon jamaah umrah di seluruh Indonesia.
"Ini yang lagi kami perjuangkan di asosiasi. Kenapa negara tujuan tidak mewajibkan sebagai syarat, justru dari negara sendiri yang ngotot tetap mewajibkan sudah begitu tidak diikuti ketersediaan stok vaksin, kalau tidak mampu menyediakan jangan memaksakan mestinya,"katanya.
(cip)
Lihat Juga :