BNPB Melaporkan 227 Bencana Terjadi Selama Oktober, Terbanyak Banjir
Rabu, 19 Oktober 2022 - 08:50 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 227 bencana alam telah terjadi di Indonesia dalam dua minggu terakhir sejak awal Oktober 2022. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 227 bencana alam telah terjadi di Indonesia dalam dua minggu terakhir sejak awal Oktober 2022. Semua kejadian bencana tersebut dikategorikan sebagai bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, juga tanah longsor.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan dalam kurun waktu 3 hingga 16 Oktober 2022, banjir menjadi kejadian bencana yang paling banyak terjadi dalam periode ini disusul tanah longsor dan cuaca ekstrem. Baca juga: BNPB: Kabupaten Bogor Secara Historis Berisiko Tinggi Banjir dan Tanah Longsor
“Bencana alam tersebut menyebabkan 23 jiwa meninggal dunia, 1 jiwa hilang, dan 19 jiwa luka-luka atau sakit,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Rabu (19/10/2022).
Data itu diungkapkan Suharyanto pada Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanggulangan Bencana di Kantor Kemenko PMK, Selasa (18/10) kemarin. Suharyanto pun mengimbau agar pemerintah provinsi maupun daerah berkoordinasi dan tidak sungkan menetapkan status tanggap darurat jika terjadi bencana. Selain itu masyarakat juga diminta untuk terus waspada.
“Bagi daerah yang terjadi bencana alam, jangan ragu menetapkan status tanggap darurat. Jangan gengsi, seolah-olah karena tidak mampu, padahal itu tidak ada kaitannya karena bencana tidak bisa dihindari. Kita harus meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan,” jelas Suharyanto.
Sementara itu, hasil analisis dinamika atmosfer terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan. Baca juga: Bencana Alam Meningkat, BNPB Minta Daerah Siaga Satu
BMKG menambahkan peningkatan potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir tahun, terutama pada dasarian I dan dasarian II November 2022. Data tersebut tertera dalam analisis dan prediksi El Nino-Southern Oscillation (ENSO).
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan dalam kurun waktu 3 hingga 16 Oktober 2022, banjir menjadi kejadian bencana yang paling banyak terjadi dalam periode ini disusul tanah longsor dan cuaca ekstrem. Baca juga: BNPB: Kabupaten Bogor Secara Historis Berisiko Tinggi Banjir dan Tanah Longsor
“Bencana alam tersebut menyebabkan 23 jiwa meninggal dunia, 1 jiwa hilang, dan 19 jiwa luka-luka atau sakit,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Rabu (19/10/2022).
Data itu diungkapkan Suharyanto pada Rapat Tingkat Menteri (RTM) Penanggulangan Bencana di Kantor Kemenko PMK, Selasa (18/10) kemarin. Suharyanto pun mengimbau agar pemerintah provinsi maupun daerah berkoordinasi dan tidak sungkan menetapkan status tanggap darurat jika terjadi bencana. Selain itu masyarakat juga diminta untuk terus waspada.
“Bagi daerah yang terjadi bencana alam, jangan ragu menetapkan status tanggap darurat. Jangan gengsi, seolah-olah karena tidak mampu, padahal itu tidak ada kaitannya karena bencana tidak bisa dihindari. Kita harus meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan,” jelas Suharyanto.
Sementara itu, hasil analisis dinamika atmosfer terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan. Baca juga: Bencana Alam Meningkat, BNPB Minta Daerah Siaga Satu
BMKG menambahkan peningkatan potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir tahun, terutama pada dasarian I dan dasarian II November 2022. Data tersebut tertera dalam analisis dan prediksi El Nino-Southern Oscillation (ENSO).
(kri)
Lihat Juga :