Peluang Dampingi Anies di Pilpres 2024 Besar, AHY Tinggal Tunggu Kerelaan PKS
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
"Pertama dukungan dari parpol-parpol lain yang potensial menjadi mitra koalisi Nasdem, khususnya PKS," tuturnya.
Ia pun mempertanyakan sikap PKS apakah akan rela kehilangan tiket cawapres jika Anies memilih AHY sebagai pendampingnya. Sebab, PKS juga merupakan salah satu tipikal partai di Indonesia yang dikenal sebagai partai kader, selain PDIP.
"Kalau melihat kecenderungan seperti ini, maka nasib AHY untuk menjadi cawapres Anies, akan berada di tangan pimpinan PKS, khususnya Majelis Syuro PKS," katanya.
Faktor kedua, menurut dia, adalah daya ungkit elektabilitas AHY sebagai cawapres jika nantinya dipilih Anies. Merujuk dari data-data survei yang dirilis oleh lembaga-lembaga riset kredibel, akselerasi tingkat elektabilitas AHY sebagai capres maupun cawapres dianggapnya masih cukup datar. Baca juga: Momen Keakraban Anies dan AHY di Kantor DPP Demokrat
"Jika elektabilitas AHY sebagai sosok cawapres, beberapa bulan ke depan bisa lebih 'meroket', maka peluang dia tentu akan lebih besar untuk dipilih sebagai cawapres Anies," tutup Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) itu.
Ia pun mempertanyakan sikap PKS apakah akan rela kehilangan tiket cawapres jika Anies memilih AHY sebagai pendampingnya. Sebab, PKS juga merupakan salah satu tipikal partai di Indonesia yang dikenal sebagai partai kader, selain PDIP.
"Kalau melihat kecenderungan seperti ini, maka nasib AHY untuk menjadi cawapres Anies, akan berada di tangan pimpinan PKS, khususnya Majelis Syuro PKS," katanya.
Faktor kedua, menurut dia, adalah daya ungkit elektabilitas AHY sebagai cawapres jika nantinya dipilih Anies. Merujuk dari data-data survei yang dirilis oleh lembaga-lembaga riset kredibel, akselerasi tingkat elektabilitas AHY sebagai capres maupun cawapres dianggapnya masih cukup datar. Baca juga: Momen Keakraban Anies dan AHY di Kantor DPP Demokrat
"Jika elektabilitas AHY sebagai sosok cawapres, beberapa bulan ke depan bisa lebih 'meroket', maka peluang dia tentu akan lebih besar untuk dipilih sebagai cawapres Anies," tutup Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) itu.
(kri)
Lihat Juga :