KPA Tuntut Presiden Batalkan Penempatan TNI-Polri di BUMN

Jum'at, 03 Juli 2020 - 18:43 WIB
loading...
KPA Tuntut Presiden...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Langkah Menteri BUMN Erick Thohir memasukkan perwira aktif TNI/Polri yang justru memperparah konflik dan kekerasan agrarian mesti dicegah. Sebab Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat penegakkan hukum yang represif dalam penanganan konflik agraria selama ini sudah melahirkan korban kekerasan, hilangnya nyawa dan kriminalisasi agraria dari pihak masyarakat.

Dalam rilis yang diterima SINDOnews, Jumat (3/7/2020), KPA mengungkapkan sepanjang 2019 telah jatuh korban 258 orang petani dan aktivis agraria yang mengalami kriminalisasi, 211 orang mengalami penganiayaan, 24 orang tertembak dan 14 orang tewas. Tindakan kekerasan dan kriminalisasi tersebut didominasi oleh aparat kepolisian sebanyak 37 kasus, TNI 6 kasus, Satpol PP 6 kasus, dan petugas keamanan perusahaan sebanyak 15 kasus.

(Baca: Dinilai Tak Inovatif, Erick Thohir Malah Perkeruh Konflik Agraria)

”Masih segar dalam ingatan publik bagaimana aparat TNI AD secara membabi buta memukuli dan menembak petani Urut Sewu, Kebumen, Jawa Tengah dengan pentungan dan peluruh karet akibat tumpang-tindih klaim antara mereka dengan petani terkait kepemilikan tanah, pada September 2019. Akibatnya, 15 orang petani terluka akibat pentungan dan satu orang lainnya mengalami luka tembak,” tutur Sekjen KPA Dewi Kartika.

Menurut Dewi Sartika, apabila rekrutmen TNI/Polri diarahkan untuk menyelesaikan masalah konflik pertanahan dengan pendekatan hukum positif dan represif demi pengamanan aset, langkah Erick jelas memperparah situasi kekerasan di wilayah konflik agraria.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Pengamat: BUMN Bukan...
Pengamat: BUMN Bukan Tempat Bagi-bagi Jabatan
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Rekomendasi
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Berita Terkini
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved