Wapres Ingatkan Serangan Siber Bisa Melemahkan Pertahanan Nasional

Jum'at, 16 September 2022 - 14:03 WIB
loading...
Wapres Ingatkan Serangan Siber Bisa Melemahkan Pertahanan Nasional
Wapres KH Ma’ruf Amin mengingatkan serangan siber bisa melemahkan pertahanan nasional. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengingatkan serangan siber bisa melemahkan pertahanan nasional. Seperti halnya saat inidi Indonesia sedang menghadapi serangan siber dari hacker bernama Bjorka. Sehingga, membuat pemerintah membentuk tim khusus untuk menangani serangan siber ini.

“(Serangan siber) terbukti telah melemahkan pertahanan dan ketahanan nasional. Kita juga sekarang sedang ribut, sehingga pemerintah membentuk tim khusus untuk menangani soal kebocoran ini. Ini (serangan) siber,” kata Wapres saat membuka Kongres Mujahid Digital Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022).

Wapres mengungkapkan fakta sejarah yang mencatat serangan siber besar-besaran terjadi pada 2017 yang menginfeksi sistem komputer di 150 negara, termasuk di Indonesia. Di Inggris, serangan siber tersebut melumpuhkan pelayanan kesehatan nasional atau NHS yang menyediakan sebagian besar layanan kesehatan bagi masyarakat Inggris.

Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin: Serangan Siber Harus Jadi Alarm Pemerintah

“Akibat serangan tersebut, seluruh sistem komputer NHS terkunci, ambulans dialihkan, janji temu dengan dokter dibatalkan, dan ruang operasi juga ditutup. Itu kekuatan intervensi siber,” kata Wapres.

Oleh karena itu, Wapres mengingatkan serangan siber harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk meningkatkan keamanan siber. “Serangan tersebut menjadi alarm bagi pemerintah negara-negara di dunia maupun perusahaan teknologi tentang ancaman yang nyata dari serangan atas keamanan siber.”

Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin Sampikan 6 Pesan Penting di Kongres Mujahid Digital MUI

Wapres menambahkan serangan siber juga membuka mata bahwa kehidupan perekonomian dan kehidupan saat ini sudah sangat bergantung pada teknologi informasi. Teknologi digital serta mujahid digital yang kapabel menjadi kebutuhan mendesak.

“Saya berharap semakin banyak ormas Islam di Indonesia yang memiliki ahli di bidang teknologi digital untuk membantu pemerintah menjawab berbagai tantangan di masa depan. Saya juga berharap para mujahid digital membuat program-program edukasi bagi masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air, agar masyarakat kita semakin bijak bermedia sosial dan cerdas memanfaatkan teknologi digital sebagai medium untuk meningkatkan kemajuan,” paparnya.
(cip)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1077 seconds (10.101#12.26)