Gelar Bimtek, Kemenag Tingkatkan Pemahaman Digitalisasi Pendidikan di Pesantren
Sabtu, 09 November 2024 - 14:05 WIB
loading...
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Basnang Said menekankan pentingnya penguatan digital di lembaga pendidikan pesantren. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama ( Kemenag ) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Review Dokumen Bantuan pada Pendidikan Diniyyah Formal, Muadalah, dan Ma’had Aly. Kegiatan yang diadakan pada 6-8 November 2024 di Serpong ini untuk meningkatkan pemahaman konsep digitalisasi dalam pendidikan, terutama di pondok pesantren.
Acara ini dihadiri oleh para perwakilan lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF), 120 penerima bantuan termasuk yang ikut melalui daring, dengan narasumber dari Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Aspendif), Inspektorat Jenderal Kemenag yang memaparkan tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan bantuan pemerintah, serta perwakilan dari Education Management Information System (EMIS) terkait tata kelola pendataan di Pesantren.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Basnang Said menekankan pentingnya penguatan digital di lembaga pendidikan pesantren. Dalam penyampaian materinya, Basnang menggarisbawahi bahwa tujuan dari pengembangan Pendidikan Diniyyah Formal (PDF) ini adalah untuk menjawab tantangan digitalisasi.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Majelis Masyayikh: Standar Mutu Bukan Penyeragaman
"Digitalisasi yang kami upayakan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu sains dan teknologi," ujarnya, Sabtu (9/11/2024).
Basnang juga menekankan bahwa ini adalah langkah strategis untuk kemajuan pendidikan di pesantren. Pria asal Sulawesi Selatan ini juga menyoroti transformasi PDF, dengan tetap mempertahankan kitab kuning sebagai landasan pembelajaran. "Kualitas PDF saat ini sangat luar biasa dan akan dipertahankan dalam proses transformasi," pesannya.
Baca juga: Kemenag dan Otorita IKN Siapkan Pembangunan Madrasah Terpadu di Ibu Kota Negara
Acara ini dihadiri oleh para perwakilan lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF), 120 penerima bantuan termasuk yang ikut melalui daring, dengan narasumber dari Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (Aspendif), Inspektorat Jenderal Kemenag yang memaparkan tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan bantuan pemerintah, serta perwakilan dari Education Management Information System (EMIS) terkait tata kelola pendataan di Pesantren.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Basnang Said menekankan pentingnya penguatan digital di lembaga pendidikan pesantren. Dalam penyampaian materinya, Basnang menggarisbawahi bahwa tujuan dari pengembangan Pendidikan Diniyyah Formal (PDF) ini adalah untuk menjawab tantangan digitalisasi.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Majelis Masyayikh: Standar Mutu Bukan Penyeragaman
"Digitalisasi yang kami upayakan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu sains dan teknologi," ujarnya, Sabtu (9/11/2024).
Basnang juga menekankan bahwa ini adalah langkah strategis untuk kemajuan pendidikan di pesantren. Pria asal Sulawesi Selatan ini juga menyoroti transformasi PDF, dengan tetap mempertahankan kitab kuning sebagai landasan pembelajaran. "Kualitas PDF saat ini sangat luar biasa dan akan dipertahankan dalam proses transformasi," pesannya.
Baca juga: Kemenag dan Otorita IKN Siapkan Pembangunan Madrasah Terpadu di Ibu Kota Negara
Lihat Juga :