Begini Respon Masyarakat Saat ACT Hadirkan Kurban hingga Lintas Negara
Kamis, 02 Juli 2020 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
“Bagi kami, konsumsi daging sapi atau kambing sangat sulit sekali. Karena jika kami ingin mengonsumsi daging sapi, kami harus ke Ruteng dengan jarak yang sangat jauh dan harga daging yang sangat mahal,” ungkap Arif.
Di sisi lain, nilai-nilai gotong-royong juga terus dijunjung masyarakat Elar tanpa memandang agama. Pastor Laurensius Kuil Svd, dalam Syukuran Qurban di hari Tasyrik itu mengatakan, kehidupan sosial warga di Kecamatan Elar tetap selaras walau berbeda keyakinan.
Berkah kurban juga hadir untuk masyarakat Tukananes, Cotabaco, Filipina. Letak geografis di tepian sungai yang tak jauh dari laut membuat banyak penduduk di Tukananes berprofesi sebagai nelayan, sebagian diantaranya juga berprofesi buruh serta pedagang. Namun, pekerjaan-pekerjaan itu tak membuat warga di sana lepas dari jerat kemiskinan. Hal ini membawa dampak pada temuan malnutrisi yang dialami anak-anak.
“Kami hanya makan ikan kering dan nasi sepanjang waktu, jarang kami memakan daging sapi atau kambing,” ungkap Taya Abdullah, salah satu warga Tukananes yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian.
Tahun lalu, seluruh daging didistribusikan untuk 320 keluarga atau lebih dari 1.900 jiwa. “Bagi kami daging merupakan hidangan mahal, kami tak mampu membelinya. Momen Iduladha memang kesempatan kami menikmati daging kurban, tapi tak setiap tahun ada. Semoga daging kurban dari Global Qurban tiap tahun bisa datang ke tempat kami (Tukananes),” ujar Mandag Usaman salah satu warga.
Kebahagiaan pun hadir hingga ke pinggiran Kota Almaty, Kazakhstan. Puluhan orang prasejahtera di pinggiran Kota Almaty, telah menjadi penerima manfaat.“Kami mendistribusikannya kepada desa yang ada di pinggiran Almaty. Dan kami prioritaskan kepada warga muslim prasejahtera yang ada. Selain itu juga, daging kami distribusikan kepada anak-anak yatim, penyandang disabilitas, dan lansia,” ujar Arkin, salah seorang relawan Global Qurban – ACT.
Di sisi lain, nilai-nilai gotong-royong juga terus dijunjung masyarakat Elar tanpa memandang agama. Pastor Laurensius Kuil Svd, dalam Syukuran Qurban di hari Tasyrik itu mengatakan, kehidupan sosial warga di Kecamatan Elar tetap selaras walau berbeda keyakinan.
Berkah kurban juga hadir untuk masyarakat Tukananes, Cotabaco, Filipina. Letak geografis di tepian sungai yang tak jauh dari laut membuat banyak penduduk di Tukananes berprofesi sebagai nelayan, sebagian diantaranya juga berprofesi buruh serta pedagang. Namun, pekerjaan-pekerjaan itu tak membuat warga di sana lepas dari jerat kemiskinan. Hal ini membawa dampak pada temuan malnutrisi yang dialami anak-anak.
“Kami hanya makan ikan kering dan nasi sepanjang waktu, jarang kami memakan daging sapi atau kambing,” ungkap Taya Abdullah, salah satu warga Tukananes yang bekerja sebagai buruh cuci pakaian.
Tahun lalu, seluruh daging didistribusikan untuk 320 keluarga atau lebih dari 1.900 jiwa. “Bagi kami daging merupakan hidangan mahal, kami tak mampu membelinya. Momen Iduladha memang kesempatan kami menikmati daging kurban, tapi tak setiap tahun ada. Semoga daging kurban dari Global Qurban tiap tahun bisa datang ke tempat kami (Tukananes),” ujar Mandag Usaman salah satu warga.
Kebahagiaan pun hadir hingga ke pinggiran Kota Almaty, Kazakhstan. Puluhan orang prasejahtera di pinggiran Kota Almaty, telah menjadi penerima manfaat.“Kami mendistribusikannya kepada desa yang ada di pinggiran Almaty. Dan kami prioritaskan kepada warga muslim prasejahtera yang ada. Selain itu juga, daging kami distribusikan kepada anak-anak yatim, penyandang disabilitas, dan lansia,” ujar Arkin, salah seorang relawan Global Qurban – ACT.
Lihat Juga :