Divonis 5 Bulan Penjara, Irjen Napoleon: Jeruji Besi Tak Akan Hancurkan Mental Saya

Kamis, 15 September 2022 - 16:55 WIB
loading...
Divonis 5 Bulan Penjara, Irjen Napoleon: Jeruji Besi Tak Akan Hancurkan Mental Saya
Irjen Napoleon Bonaparte mengatakan bahwa jerusi besi tak bakal menghancurkan mental dan fisiknya. Foto: Antara
A A A
JAKARTA - Irjen Napoleon Bonaparte mengatakan bahwa jerusi besi tak bakal menghancurkan mental dan fisiknya. Hal itu dikatakan Napoleon menanggapi dirinya yang divonis penjara lima bulan 15 hari oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait penganiayaan terhadap M Kece atau Muhammad Kosman.

"Semangat terus, jeruji besi tidak akan menghancurkan mental saya, apalagi fisik, saya tetap sehat," ujar Napoleon pada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Dia menjelaskan, perbuatannya terhadap M Kece dipicu oleh provokasi M Kece yang telah menistakan agama dan dia pun tak mempermasalahkan perbuatannya itu. Meski dia berlatar belakang penegak hukum, dia paham akan perbuatannya dan memilih mengambil risiko itu lantaran perbuatannya berdampak pada kasus penistaan agama.

Baca juga: Terbukti Aniaya M Kece, Napoleon Bonaparte Divonis 5 Bulan 15 Hari



"Terpenting tak ada lagi penista agama yang melakukan aksinya, tak ada lagi dan terbukti apa yang saya lakukan tahun lalu ada dampaknya. Tak ada lagi yang muncul, harus begitu, harusnya pemerintah yang turun, bukan saya," tuturnya.

Dia berterima kasih pada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini. Napoleon menilai mereka yang mendukungnya memiliki iman.

Di samping itu, perbuatan M Kece hanya merusak persatuan umat beragama dan bila memang benar setiap orang itu Pancasilais serta ingin persatuan berdiri di kehidupan berbangsa juga bernegara ini, semua pihak khususnya yang berwenang harus bisa mencegahnya.

"Kalau kita ingin persatuan berdiri di kehidupan bernegara, tidak ada lagi yang berani melakukan pelecehan begitu, tidak harus menunggu Napoleon-Napoleon baru yang melakukan tindakan seperti ini kepada penista agama. Harusnya semua pihak yang bertanggung jawab yang punya tupoksi bertindak, mencegah, jangan cuma ngomong dan saya cuma contoh," jelasnya.

Napoleon menambahkan, perbuatannya terhadap M Kece tak memiliki maksud apa-apa dan tak ada maksud politis lantaran dia hanya penghuni rutan belaka. Dia juga menilai, terjeratnya dia dengan kasus M Kece bisa dilihat sebagai cara Tuhan dalam menyelamatkannya dari kekufuran.
(rca)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2167 seconds (11.252#12.26)