Latar Belakang Terjadinya Agresi Militer Belanda 1, Upaya Belanda untuk Kembali Menguasai Indonesia

Senin, 12 September 2022 - 13:03 WIB
loading...
Latar Belakang Terjadinya...
Agresi militer merupakan tindakan sebuah negara yang melakukan penyerangan ke suatu wilayah atau negara lain. Foto DOK Ist
A A A
JAKARTA - Agresi militer merupakan tindakan sebuah negara yang melakukan penyerangan ke suatu wilayah atau negara lain dengan tujuan untuk merebut kedaulatan atas wilayah tersebut.

Dalam riwayatnya, Indonesia juga pernah menjadi tujuan dari agresi militer yang dilakukan Belanda . Disadur dari jurnal berjudul Agresi Militer Belanda I Di Bondowoso karya Erfin Yuliani, agresi militer Belanda I merupakan tindakan Belanda untuk memaksakan keinginannya kembali menguasai Indonesia secara militer.

Baca juga : Kisah Mistis Bung Tomo Hadapi Agresi Militer Belanda, Bertemu Wanita-wanita Cantik di Lereng Wilis

Adapun tindakan Belanda tersebut dilakukan karena gagalnya pelaksanaan Perundingan Linggarjati yang dipandang tidak sesuai keinginannya. Selain itu, Belanda juga menganggap Indonesia belum sepenuhnya memiliki pemerintahan yang legitimasi dan berdaulat.

Tujuan agresi militer Belanda I ini adalah untuk menghancurkan keberadaan NKRI dan menduduki daerah-daerah strategis secara ekonomi maupun politik. Maka dari itu, mereka berusaha menduduki daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Timur (daerah perkebunan), Sumatera Selatan (daerah perminyakan Palembang), hingga daerah perkebunan di ujung Jawa Timur seperti Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Banyuwangi.

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, agresi militer Belanda ini dipimpin Letnan Gubernur Jenderal Johannes van Mook, tepatnya sejak 21 Juli hingga 5 Agustus 1947. Operasi militer Belanda ini secara jelas telah melanggar perjanjian Linggarjati yang mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.

Agresi dimulai dengan masuknya pasukan sekutu ke Indonesia melalui Sabang, Aceh pada 23 Agustus 1945. Dalam hal ini, mereka ikut dalam rombongan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pimpinan Van Mook yang bertugas menjalankan pidato Ratu mengenai konsepsi kenegaraan di Indonesia.

Dalam Agresi Militer ini, Belanda menurunkan dua pasukan khususnya, yaitu Korps Speciale Troepen (KST) pimpinan Kapten Westerling dan Pasukan Para I di bawah Kapten C Sisselaar.

Baca juga : Perjuangan Heroik Mbah Min, Dapat Tugas Mengintai Kekuatan Militer Belanda

Tidak hanya menyasar Jawa, pasukan tersebut juga dikirim ke Sumatera Barat untuk merebut daerah-daerah strategis yang kaya. Dalam tindakannya ini, Belanda sama sekali tidak merasa bersalah. Justru, mereka berdalih bahwa agresinya ini dilakukan untuk mempertahankan kesepakatan atas Perundingan Linggarjati.

Setelahnya, Pemerintah Indonesia secara resmi mengadukan tindakan Belanda ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947, Agresi Militer Belanda ini masuk dalam salah satu agenda Dewan Keamanan PBB.

Sebagai solusinya, PBB mengeluarkan resolusi berupa perintah agar konflik bersenjata segera dihentikan antara Belanda dan Indonesia. Mendapat tekanan dari PBB, akhirnya pada 15 Agustus 1947, Belanda menerima resolusi Dewan Keamanan dengan menghentikan pertempuran.

Beberapa hari setelahnya, Pemerintah Belanda dan Indonesia sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Akan tetapi, Belanda kembali ingkar janji. Tak berselang lama, mereka melancarkan operasi militer dalam intensitas lebih besar. Adapun tindakan tersebut dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Selamat Ginting: Penyerangan...
Selamat Ginting: Penyerangan oleh Pekerja China Terhadap TNI Alarm Serius bagi Kedaulatan Negara
Napi Siegfried Mets...
Napi Siegfried Mets dan Ali Tokman Dipulangkan ke Belanda
Prabowo dan Ratu Máxima...
Prabowo dan Ratu Máxima Bertukar Cenderamata, dari Batik Pekalongan hingga Jersey untuk Bobby
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Ratu Belanda Maxima di Istana Merdeka
Ratu Belanda Maxima...
Ratu Belanda Maxima Kunjungi Indonesia, Ini Rangkaian Agendanya
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Rekomendasi
Viral! Lagu MBG Mas...
Viral! Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' Muncul di Film Cek Khodam, Ternyata Ini Ceritanya
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved