Gagap Negara Atasi Data Bocor

Sabtu, 10 September 2022 - 07:17 WIB
loading...
Gagap Negara Atasi Data...
Perlindungan data pribadi mutlak diperlukan agar tidak disalahgunakan. FOTO/WAWAN BASTIAN
A A A
Kebocoran data kembali terjadi. Kali ini, data di server Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga menjadi sasaran peretasan. Tak tanggung-tanggung, merujuk salah satu akun jual beli di BreachForum, Bjorka, pembobol berhasil mencuri setidaknya 150 juta data publik.

Pembobolan di KPU ini semakin membuat kita sangat prihatin. Rasanya, kasus pembobolan data terus saja terjadi tanpa henti. Pada 2020, kasus pembobolan data KPU sudah pernah mencuat. Peretas saat itu mengklaim ada 2,3 juta data penduduk yang mereka bobol.

Dan, negara yang hakikatnya memiliki berbagai regulasi serta kewenangan seolah tak berdaya. Publik pun dihadapkan kecemasan tinggi. Awal September ini, Bjorka juga mengungkap telah meretas 1,3 miliar nomor telepon seluler. Ketika nama, nomor induk kependudukan (NIK), alamat rumah, jenis kelamin, nomor telepon seluler dan data-data pribadi sudah tersebar luas, maka yang ada saat ini hanya kepasrahan. Publik hanya berdoa agar data-data itu tidak disalahgunakan apalagi dengan tujuan kejahatan.

Tapi siapa peduli? Sejatinya ketika data sudah berhasil dibobol, maka itu menjadi sebuah aset atau barang berharga untuk dikapitalisasi. Tujuannya beragam. Bisa ekonomi, politik, pertahanan dan lainnya. Maka di sinilah fenomena jual beli data akhir-akhir ini wajar kian marak. Termasuk yang dilakukan akun BreachForum dan Bjorka untuk kasus data KPU yang terbaru ini.

Indikasi sudah tersebarnya data-data publik pun mudah kita temui. Bahkan sebagian besar dari kita pernah mengalami langsung misalnya tiba-tiba mendapat telepon atau pesan dari orang maupun pihak yang tidak pernah kita kenal sebelumnya. Lantaran telah mengantongi data pribadi, maka mereka seenaknya memberikan tawaran produk, pinjaman, fasilitas dan lain sebagainya. Ini jelas mengganggu, bahkan rawan dari sisi keamanan.

Pembobolan data jelas tindakan kejahatan. Namun herannya, kenapa kasus-kasus pembobolan seolah sulit tersentuh. Merujuk data perusahaan keamanan siber Surfshark, setiap menitnya ada delapan akun yang dibobol pada periode April-Juni 2022. Surfshark juga mencatat, ada 1,04 juta akun Indonesia yang bocor selama kuartal II 2022. Jumlah ini melonjak 143% dari kuartal I 2022 yang sebanyak 430,1 ribu.

Pada tahun ini saja, sebelum kasus KPU muncul, juga ramai pembobolan data pengguna PLN, SIM card, hingga PesuliLindungi. Sedang pada 2021 dan 2020 juga muncul pembobolan data BPJS, e-Hac, indiHome, BRI Life, laporan KPAI, Bank Jatim, database Polri, Facebook, Cermati, Lazada, Tokopedia hingga sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gugatan UU PDP Ditolak...
Gugatan UU PDP Ditolak MK, Negara Wajib Awasi Transfer Data Pribadi
Penting bagi Literasi,...
Penting bagi Literasi, Mahasiswa Ajak Wikipedia Ikuti Aturan Perlindungan Data di Indonesia
Soal Perjanjian Transfer...
Soal Perjanjian Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Desak Pembentukan Lembaga PDP Independen
Kedaulatan Rakyat atas...
Kedaulatan Rakyat atas Data Pribadi Pascaperjalanan Dagang Indonesia-AS
Buku tentang PDP dalam...
Buku tentang PDP dalam Perspektif Hukum Nasional dan Global Diluncurkan
Menggugat Janji UU Perlindungan...
Menggugat Janji UU Perlindungan Data Pribadi
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Diduga Bocorkan Nomor...
Diduga Bocorkan Nomor WA, Dokter Detektif Dilaporkan Shella Saukia: Kasus Kini Disidik Polisi
Meta Bantah Soal Kebocoran...
Meta Bantah Soal Kebocoran Data 17,5 Juta Akun Instagram
Rekomendasi
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved