Komnas HAM Sebut Tim Khusus Mabes Polri Kasus Penembakan Brigadir J Tak Kooperatif
Kamis, 04 Agustus 2022 - 20:21 WIB
loading...
Komnas HAM menyebut tim khusus Mabes Polri kasus penembakan Brigadir J tak Kooperatif. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komnas HAM meminta kepada tim khusus Mabes Polri untuk hadir dalam pemeriksaan hasil uji balistik terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihak dari Mabes Polri dinilai kurang koperatif dalam memenuhi panggilan uji balistik.
"Yang sudah dijanjikan kami tunggu, kalau janjinya nggak dipenuhi saya lapor atasan, saya bilang 'anak buahmu tidak komit dengan kesepakatan'. Nggak susah, di awal Pak Wakapolri datang kemari, saya minta transparansi dan akuntabilitas," jelasnya di Kantor Komnas HAM, Kamis (4/8/2022).
Baca juga: Kasus Kematian Brigadir J, Kapolri Sebut Ada 4 Polisi Sedang Diisolasi
Terlebih, menurutnya selama ini pihaknya sudah menjalin komitmen dengan pihak Polri untuk bisa mengungkapkan serta menghadirkan alat-alat bukti lainnya.
Baca juga: Kapolri: 3 Jenderal Polisi Telah Diperiksa Kasus Kematian Brigadir J
"Saya katakan waktu itu minta supaya aksesibilitas Komnas HAM terhadap apa pun yang kami inginkan data, bahan, informasi orang yang mau dipanggil macam-macam itu dijamin, dipastikan, kan iya kesepakatan itu, saya bicara, Pak Gatot bicara, itu komitmen di depan publik semua," ujarnya.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihak dari Mabes Polri dinilai kurang koperatif dalam memenuhi panggilan uji balistik.
"Yang sudah dijanjikan kami tunggu, kalau janjinya nggak dipenuhi saya lapor atasan, saya bilang 'anak buahmu tidak komit dengan kesepakatan'. Nggak susah, di awal Pak Wakapolri datang kemari, saya minta transparansi dan akuntabilitas," jelasnya di Kantor Komnas HAM, Kamis (4/8/2022).
Baca juga: Kasus Kematian Brigadir J, Kapolri Sebut Ada 4 Polisi Sedang Diisolasi
Terlebih, menurutnya selama ini pihaknya sudah menjalin komitmen dengan pihak Polri untuk bisa mengungkapkan serta menghadirkan alat-alat bukti lainnya.
Baca juga: Kapolri: 3 Jenderal Polisi Telah Diperiksa Kasus Kematian Brigadir J
"Saya katakan waktu itu minta supaya aksesibilitas Komnas HAM terhadap apa pun yang kami inginkan data, bahan, informasi orang yang mau dipanggil macam-macam itu dijamin, dipastikan, kan iya kesepakatan itu, saya bicara, Pak Gatot bicara, itu komitmen di depan publik semua," ujarnya.
Lihat Juga :