Pakar Pastikan Uji Klinis Tahap 1 Vaksin Covid-19 Indonesia Aman
Kamis, 04 Agustus 2022 - 13:02 WIB
loading...
Status vaksin Covid-19 Indonesia yang akan segera terbit Izin Penggunaan Darurat Darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini sudah hampir selesai. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Status vaksin Covid-19 Indonesia yang akan segera terbit Izin Penggunaan Darurat Darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini sudah hampir selesai. Dalam waktu dekat, Bio Farma sebagai pembuat vaksin akan segera menyerahkan hasil uji klinis tahap 3 ke BPOM yang dipastikan sudah melalui tahapan uji klinis 1 dan 2.
Secara keseluruhan uji klinis ini bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 buatan Bio Farma ini aman dapat meningkatkan kadar antibodi untuk melawan virus COVID-19. Sehingga dapat melindungi masyarakat dari sakit berat bahkan kematian akibat virus Covid-19. Baca juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Utama Nonton Konser Michael Learns to Rock di Indonesia
Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN, Prof Soedjatmiko menuturkan sesuai standar uji klinis vaksin WHO dan BPOM, semua vaksin baru harus melalui 3 tahapan uji klinis. Uji klinis 1 bertujuan untuk mengevaluasi keamanan dan preliminary imunogenisitas vaksin.
“Jadi dalam tahap 1 uji klinis fase vaksin Covid-19 Indonesia, kami para peneliti harus membuktikan bahwa calon dari vaksin ini, aman untuk diberikan kepada masyarakat dan untuk melihat sejauh mana calon vaksin ini, bisa memunculkan antibodi yang diharapkan,” ujar Sudjatmiko dalam keterangannya, Kamis (4/8/2022).
Dia menjelaskan dalam uji klinis tahap 1 ini diikuti oleh 175 subjek dengan usia di atas 18 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2 dan juga belum pernah terkena virus Covid-19. Studi yang sejak dimulai 16 Februari 2022 yang lalu, saat ini masih dalam tahap pemantauan keamanan jangka panjang hingga 6 bulan ke depan.
Secara keseluruhan uji klinis ini bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 buatan Bio Farma ini aman dapat meningkatkan kadar antibodi untuk melawan virus COVID-19. Sehingga dapat melindungi masyarakat dari sakit berat bahkan kematian akibat virus Covid-19. Baca juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Utama Nonton Konser Michael Learns to Rock di Indonesia
Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN, Prof Soedjatmiko menuturkan sesuai standar uji klinis vaksin WHO dan BPOM, semua vaksin baru harus melalui 3 tahapan uji klinis. Uji klinis 1 bertujuan untuk mengevaluasi keamanan dan preliminary imunogenisitas vaksin.
“Jadi dalam tahap 1 uji klinis fase vaksin Covid-19 Indonesia, kami para peneliti harus membuktikan bahwa calon dari vaksin ini, aman untuk diberikan kepada masyarakat dan untuk melihat sejauh mana calon vaksin ini, bisa memunculkan antibodi yang diharapkan,” ujar Sudjatmiko dalam keterangannya, Kamis (4/8/2022).
Dia menjelaskan dalam uji klinis tahap 1 ini diikuti oleh 175 subjek dengan usia di atas 18 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2 dan juga belum pernah terkena virus Covid-19. Studi yang sejak dimulai 16 Februari 2022 yang lalu, saat ini masih dalam tahap pemantauan keamanan jangka panjang hingga 6 bulan ke depan.
Lihat Juga :