Vaksinasi Booster Kedua Butuh Cara Tak Biasa
Rabu, 03 Agustus 2022 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Kita melihat pada program booster kedua ini, pemerintah belum menampakkan strateginya yang lebih taktis. Semestinya, simultan dengan tahap awal sasaran yakni para dokter dan tenaga kesehatan saat ini, pemerintah menggencarkan program booster. Harapannya, ketika pada gilirannya program ini menyasar masyarakat umum, maka tidak ada banyak kendala di lapangan lagi.
Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menguatkan strategi dalam menyuksesakn vaksinasi booster kedua ini. Pertama, membuat dasar hukum atau regulasi yang lebih kuat dan mengikat erat. Regulasi ini harus benar-benar disesuaikan dengan situasi di lapangan. Ini penting karena selama 2,5 tahun terakhir ini, bangsa ini seolah rajin menerbitkan peraturan namun tak mempan di lapangan. Regulasi itu juga harus diikuti dengan sanksi yang tegas dan proporsional.
Kedua, melakukan sosialisasi tak biasa. Berkaca pada capaian tahap pertama yang sangat rendah, vaksinasi booster kali ini perlu terobosan yang benar-benar mengakar (anchoring) di benak publik. Langkah ini memang tidak enteng. Namun, jika kesadaran bersama itu terwujud maka tidak ada hal yang tak mungkin untuk diobjektifikasi. Ketiga, pemerintah harus memastikan layanan booster ini semudah mungkin untuk diakses. Berpijak pada tahap pertama, vaksinasi itu kerap menimbulkan antrean panjang yang membuat masyarakat harus benar-benar meluangkan waktunya seharian.
Terakhir adalah ada kepastian dan penghargaan. Kepastian dalam arti bahwa mereka yang telah benar-benar disuntik booster mendapat perlakuan semestinya mengakses layanan publik. Keadilan layanan ini sebagai bentuk menguatkan reputasi pemerintah di mata rakyat. Di luar itu, masih banyak penghargaan yang bisa diberikan pemerintah kepada publik sebagai apresiasi atas kerelaan mereka menyukseskan program booster kedua. Kuncinya adalah kebijakan ini harus dijalankan dengan serius dan tidak diganggu dengan kepentingan sempit.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menguatkan strategi dalam menyuksesakn vaksinasi booster kedua ini. Pertama, membuat dasar hukum atau regulasi yang lebih kuat dan mengikat erat. Regulasi ini harus benar-benar disesuaikan dengan situasi di lapangan. Ini penting karena selama 2,5 tahun terakhir ini, bangsa ini seolah rajin menerbitkan peraturan namun tak mempan di lapangan. Regulasi itu juga harus diikuti dengan sanksi yang tegas dan proporsional.
Kedua, melakukan sosialisasi tak biasa. Berkaca pada capaian tahap pertama yang sangat rendah, vaksinasi booster kali ini perlu terobosan yang benar-benar mengakar (anchoring) di benak publik. Langkah ini memang tidak enteng. Namun, jika kesadaran bersama itu terwujud maka tidak ada hal yang tak mungkin untuk diobjektifikasi. Ketiga, pemerintah harus memastikan layanan booster ini semudah mungkin untuk diakses. Berpijak pada tahap pertama, vaksinasi itu kerap menimbulkan antrean panjang yang membuat masyarakat harus benar-benar meluangkan waktunya seharian.
Terakhir adalah ada kepastian dan penghargaan. Kepastian dalam arti bahwa mereka yang telah benar-benar disuntik booster mendapat perlakuan semestinya mengakses layanan publik. Keadilan layanan ini sebagai bentuk menguatkan reputasi pemerintah di mata rakyat. Di luar itu, masih banyak penghargaan yang bisa diberikan pemerintah kepada publik sebagai apresiasi atas kerelaan mereka menyukseskan program booster kedua. Kuncinya adalah kebijakan ini harus dijalankan dengan serius dan tidak diganggu dengan kepentingan sempit.
Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :