Bantuan Mengalir, Solidaritas Internasional Dukung RI Atasi Corona
Senin, 27 April 2020 - 06:45 WIB
loading...
A
A
A
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, Indonesia saat ini tengah diuji dengan pandemi virus corona. Namun, dia mengajak bangsa ini tidak perlu merasa pesimistis. Apalagi negeri ini sudah teruji dengan berbagai masalah bangsa sebelumnya. “Kita sudah teruji di dalam banyak masalah dan kita memang adalah bangsa yang tangguh untuk menghadapi masalah seperti ini,” katanya di Jakarta kemarin.
Yuri mengapresiasi masyarakat Indonesia selalu mampu untuk bersatu, juga selalu mampu untuk memikul tanggung jawab bersama. Bahkan, selalu memiliki dorongan untuk memberikan kesempatan untuk menolong sesama. ”Serta adanya berbagai uluran tangan untuk bantuan kemanusiaan. Sikap gotong-royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini, bila ada warga negara yang bergejala Covid-19,” tambahnya.
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi memutus mata rantai penyebaran korona. Langkah ini bisa dilakukan dengan tetap di rumah. ”Kita bekerja, belajar, dan beribadah, serta melakukan aktivitas lain di rumah. Tetap jaga jarak dan hindari kerumunan. Gunakan masker dan sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut,” katanya.
Doni mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momen untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurut dia, cepat atau lambatnya berakhir pandemi Covid-19 ini tergantung tingkat kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. “Semakin disiplin semakin cepat wabah berakhir. Lakukanlah salat lima waktu, salat sunah, salat tarawih bersama keluarga di rumah saja serta tidak mudik dan tidak melakukan kegiatan berkumpul dalam bentuk apa pun. Apabila dilaksanakan dengan baik, Anda telah menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan keluarga, serta masyarakat di sekitarnya,” tambah Doni.
Percepat Vaksin
Dunia terus bahu membahu bersama mengatasi pandemi korona. Kemarin, para pemimpin dunia bersepakat mempercepat pengadaan obat dan vaksin virus Covid-19. Pada saat bersamaan WHO meminta vaksin dan obat Covid-19 harus diakses semua negara di dunia. Namun, Amerika Serikat (AS) tidak ikut ambil bagian dalam inisiatif yang diluncurkan WHO tersebut.
Yuri mengapresiasi masyarakat Indonesia selalu mampu untuk bersatu, juga selalu mampu untuk memikul tanggung jawab bersama. Bahkan, selalu memiliki dorongan untuk memberikan kesempatan untuk menolong sesama. ”Serta adanya berbagai uluran tangan untuk bantuan kemanusiaan. Sikap gotong-royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini, bila ada warga negara yang bergejala Covid-19,” tambahnya.
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi memutus mata rantai penyebaran korona. Langkah ini bisa dilakukan dengan tetap di rumah. ”Kita bekerja, belajar, dan beribadah, serta melakukan aktivitas lain di rumah. Tetap jaga jarak dan hindari kerumunan. Gunakan masker dan sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut,” katanya.
Doni mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momen untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurut dia, cepat atau lambatnya berakhir pandemi Covid-19 ini tergantung tingkat kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. “Semakin disiplin semakin cepat wabah berakhir. Lakukanlah salat lima waktu, salat sunah, salat tarawih bersama keluarga di rumah saja serta tidak mudik dan tidak melakukan kegiatan berkumpul dalam bentuk apa pun. Apabila dilaksanakan dengan baik, Anda telah menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan keluarga, serta masyarakat di sekitarnya,” tambah Doni.
Percepat Vaksin
Dunia terus bahu membahu bersama mengatasi pandemi korona. Kemarin, para pemimpin dunia bersepakat mempercepat pengadaan obat dan vaksin virus Covid-19. Pada saat bersamaan WHO meminta vaksin dan obat Covid-19 harus diakses semua negara di dunia. Namun, Amerika Serikat (AS) tidak ikut ambil bagian dalam inisiatif yang diluncurkan WHO tersebut.
Lihat Juga :