9 Perbedaan Negara Demokrasi dengan Otoriter

Sabtu, 16 Juli 2022 - 20:51 WIB
loading...
9 Perbedaan Negara Demokrasi...
9 perbedaan negara demokrasi dengan otoriter. Ilustrasi/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Perbedaan negara demokrasi dengan otoriter memang cukup banyak. Sejatinya, kedua jenis negara ini memanglah bertolak belakang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), demokrasi bermakna bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya. Sementara, otoriter bermakna berkuasa sendiri; sewenang-wenang.

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang mewujudkan kedaulatan rakyat. Ini berbeda dengan pemerintahan otoriter yang merupakan kekuasaan terpusat dan tidak melihat kebebasan individu.

Perbedaannya tidak hanya sampai itu. Terdapat perbedaan negara demokrasi dengan negara otoriter yang lainnya.Berikut ini 9 perbedaan negara demokrasi dengan negara otoriter:

1. Periode kepala negara

Negara demokrasi kepala negara dibatasi pada umumnya sekitar 4 sampai 5 tahun dan juga dibatasi hanya sampai dua periode untuk memimpin. Di Indonesia misalnya, seorang presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan. Hal ini tercantum dalam Pasal 7 UUD 1945.

Sementara, di negara otoriter tidak dibatasi oleh apa pun terkait kepemimpinan ini. Karena itu, seorang penguasa bisa semaunya sendiri dalam menetapkan masa jabatannya ini.

2. Sistem pemilihan kepala negara

Kepala negara demokrasi dipilih melalui pemilihan umum dengan syarat suara terbanyak akan menjadi pemenang dan berhak memimpin.Pemilu di negara otoriter hanya untuk formalitas dan bahkan tidak dilakukan pemilu sama sekali.

3. Pemegang kekuasaan tertinggi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Rekomendasi
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Berita Terkini
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved