Tak Tepat Sasaran, DPRD Minta Bantuan Sembako Kendal Ditinjau Ulang
Jum'at, 26 Juni 2020 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyampaikan bahwa paket sembako di Kecamatan Pegandon telah didistribusikan ke masing-masing desa, tapi sampai saat ini belum dibagikan. “Katanya menunggu instruksi. Instruksi dari siapa, coba anda tanya ke kepala dinasnya?,” Dian balik bertanya.
Sementara anggota dewan lainnya, Mustain meminta Pemkab tidak asal klaim bantuan telah tepat sasaran. Fakta di lapangan, masyarakat resah karena masih banyak yang tidak mendapatkan bantuan. Ditambah lagi, ternyata ada beberapa warga yang justru mendapatkan bantuan ganda.
Anggota dewan Dapil 5 itu berharap bantuan dari DPP bisa menutup kekurangan bantuan dari sumber lain. Menurutnya, bantuan dari DPP dan Dana Desa memungkinkan untuk diusulkan sesuai kondisi di masyarakat setelah bantuan pemerintah dari sumber lain seperti PKH dan BPNT disinyalir banyak yang salah sasaran.
Bantuan untuk warga terdampak Covid-19 yang disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Pangan sejumlah 14.600 dalam bentuk paket sembako dengan total anggaran senilai Rp2,9 miliar. Dari jumlah tersebut telah didistribusikan sebanyak 8.842 paket. Sisanya sebanyak 5.758 paket sedianya akan dibagikan ke enam kecamatan meliputi Patebon, Cepiring, Gemuh, Ringanrum, Pageruyung, Plantungan dan Patean.
Mengingat besarnya anggaran untuk penanganan Covid-19, Muhlisin yang juga anggota Komisi B dari PAN berharap agar bansos bisa kembali dianggarkan. Menurutnya masih banyak desa dan kelurahan yang belum terkover bantuan secara merata.
“Dari 286 desa dan kelurahan semua kan belum tercover. Jadi kami mohon ini bisa dianggarkan kembali. Kasihan desa-desa yang tidak mendapatkan bantuan. Saya yakin masih banyak warganya juga terdampak dan belum menerima bantuan,” sebutnya.
Sementara anggota dewan lainnya, Mustain meminta Pemkab tidak asal klaim bantuan telah tepat sasaran. Fakta di lapangan, masyarakat resah karena masih banyak yang tidak mendapatkan bantuan. Ditambah lagi, ternyata ada beberapa warga yang justru mendapatkan bantuan ganda.
Anggota dewan Dapil 5 itu berharap bantuan dari DPP bisa menutup kekurangan bantuan dari sumber lain. Menurutnya, bantuan dari DPP dan Dana Desa memungkinkan untuk diusulkan sesuai kondisi di masyarakat setelah bantuan pemerintah dari sumber lain seperti PKH dan BPNT disinyalir banyak yang salah sasaran.
Bantuan untuk warga terdampak Covid-19 yang disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Pangan sejumlah 14.600 dalam bentuk paket sembako dengan total anggaran senilai Rp2,9 miliar. Dari jumlah tersebut telah didistribusikan sebanyak 8.842 paket. Sisanya sebanyak 5.758 paket sedianya akan dibagikan ke enam kecamatan meliputi Patebon, Cepiring, Gemuh, Ringanrum, Pageruyung, Plantungan dan Patean.
Mengingat besarnya anggaran untuk penanganan Covid-19, Muhlisin yang juga anggota Komisi B dari PAN berharap agar bansos bisa kembali dianggarkan. Menurutnya masih banyak desa dan kelurahan yang belum terkover bantuan secara merata.
“Dari 286 desa dan kelurahan semua kan belum tercover. Jadi kami mohon ini bisa dianggarkan kembali. Kasihan desa-desa yang tidak mendapatkan bantuan. Saya yakin masih banyak warganya juga terdampak dan belum menerima bantuan,” sebutnya.
Lihat Juga :