Koalisi Politik untuk Kesehatan Rakyat

Selasa, 28 Juni 2022 - 16:04 WIB
loading...
Koalisi Politik untuk...
Zaenal Abidin (Foto: Ist)
A A A
Zaenal Abidin
Penulis adalah Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia, periode 2012-2015

MENJELANG pesta demokrasi 2024 partai politik sibuk melakukan pertemuan dan silaturahmi politik guna menggalang koalisi dengan sesama partai. Salah satu agenda dalam pertemuanya adalah membicarakan bakal calon presiden dan wakil presiden yang akan di sodorkan ke publik pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden mendatang. Itu yang terjadi di pusat.

Di daerah pun tidak kalah sibuknya. Mereka juga gencar menyelenggarakan pertemuan. Tujuannya sama, yakni menjajaki kemungkinan berkaolisi dalam pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota pada pemilu kepala daerah (pilkada) yang juga akan berlangsung pada 2024.

Tentu saja berkoalisi itu sah. Namun, seharusnya sudah jelas platform politik apa yang diusung dan sejauh mana platform tersebut terkait langsung dengan kepentingan rakyat. Dan, juga harus jelas bagaimana pelibatan masyarakat atau rakyat dalam perumusannya.

Derajat Kesehatan sebagai Kepentingan Rakyat
Setiap rakyat membentuk negara pasti mempunyai tujuan atau kepentingan bersama, sebagaimana rakyat Indonesia sendiri. Kepentingan rakyat Indonesia dalam bernegara sangat jelas termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945; “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Berkaitan dengan pernyataan kehendak untuk memajukan kesejahteraan umum di atas, tentu sangat erat hubungannya dengan peningkatan derajat kesehatan rakyat Indonesia. Sebab secara tersirat kalimat memajukan kesejahteraan umum dapat dimaknai sebagai keinginan negara untuk mencapai kemakmuran bersama melalui peningkatan derajat kesehatan rakyat dan meningkatkan pendapatannya melalui penciptaan lapangan kerja yang layak sesuai nilai kemanusiaan.

Meningkatkan derajat kesehatan jelas maksudnya untuk membuat rakyat menjadi sehat. Adapun meningkatkan pendapatan dan bertambahnya kecerdasan disertai meningkatnya pemahaman tentang kesehatan secara tidak langsung dapat membuat rakyat sehat. Sebaliknya pun demikian, derajat kesehatan menjadi syarat utama untuk tercapainya kecerdasan, meningkatkan pendapatan dan terwujudnya kemakmuran. Bahkan dengan rakyat sehat, mereka dapat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Hal di atas sangat relevan dengan faktor determinan yang memengaruhi derajat kesehatan menurut Terori Klasik Hendrik L. Blum. faktor deteminan tersebut, yakni: a) lingkungan, baik lingkungan fisik maupun non fisik (sosial, budaya, ekonomi, politik, dan sebagainya; b) perilaku; c) pelayanan kesehatan; d) keturunan atau herediter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
Rumah Sakit IHC Jember...
Rumah Sakit IHC Jember Dinilai Berhasil Hadirkan Layanan Kesehatan yang Humanis
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Rekomendasi
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Berita Terkini
Kabar Duka, Sekjen AMSI...
Kabar Duka, Sekjen AMSI Maryadi Meninggal Dunia
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved