Pilkada Serentak 2020, Masalah Anggaran Makin Rumit

Kamis, 25 Juni 2020 - 09:17 WIB
loading...
Pilkada Serentak 2020,...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Masalah anggaran selalu muncul di setiap perhelatan pilkada serentak. Pada tiga pilkada serentak sebelumnya, yakni 2015, 2017, 2018 masalah anggaran selalu muncul. Seperti tidak belajar dari pengalaman, pada Pilkada 2020 ini masalah klasik ini kembali mengemuka, bahkan mengganggu pelaksanaan tahapan yang dijalankan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada pilkada serentak tahap keempat ini, dua masalah anggaran bahkan muncul sekaligus. Pertama, terlambatnya pemerintah pusat mencairkan anggaran tambahan sebesar Rp1,02 triliun melalui APBN. Padahal, seharusnya anggaran ini sudah cair karena KPU sudah menjalankan tahapan pilkada berupa verifikasi dukungan calon perseorangan yang dimulai kemarin. Tahapan verifikasi ini berjalan mulai 24 Juni hingga 29 Juni. Anggaran APBN ini sedianya akan digunakan oleh KPU daerah membeli alat pelindung diri (APD) bagi petugas adhoc yang melakukan verifikasi. Penggunaan APD hal yang mutlak karena KPU harus memenuhi syarat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. (Baca: KPU Masih Menunggu Pencairan Anggaran untuk Pengadaan APD di Pilkada)

Masalah kedua, yakni tersendatnya anggaran untuk KPU daerah yang bersumber dari APBD. Hingga kemarin, masih ada puluhan pemerintah daerah (pemda) yang belum memenuhi kewajiban pencairan anggaran untuk KPU dan panitia pengawas pemilu (panwaslu). Padahal, sesuai perjanjian di naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), setiap pemda sudah seharusnya mencairkan anggaran tahap I sebesar 40% ke KPU dan panwaslu.

“Masih ada 43 daerah yang mentransfer dana hibah ke KPU di bawah 40%.Di Bawaslu (panwaslu) kami menemukan 34 daerah yang transfer dana hibah di bawah 40%,” ungkap Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahri akhir pekan lalu.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun kembali meminta daerah untuk segera mencairkan sisa anggaran hibah pilkada sesuai NPHD. Hal ini disampaikan Tito dalamacara Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada Serentak yang digelar lewat video conference yang dihadiri seluruh kepala daerah peserta pilkada serentak 2020.

"Saya memohon kepada rekan-rekan kepala daerah, sisa anggaran yang sudah dihibahkan dicairkan kepada KPUD dan Bawaslu daerah. Sehingga mereka memiliki kepastian adanya dukungan anggaran. Dengan begitu mereka bisa menggulirkan kegiatannya," kata Mendagri melalui pernyataan tertulis, kemarin.

Dia mengatakan pelaksanaan pilkada di tengah pandemi covid ini mengharuskan penyelenggara menerapkan protokol kesehatan. (Baca juga: Mendagri Pastikan Anggaran Utuh Tak Terganggu Corona)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Nanik S Deyang Tidak...
Nanik S Deyang Tidak Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved