Waspada Kejahatan Digital Finansial
Selasa, 21 Juni 2022 - 11:46 WIB
loading...
Pembobolan rekening dengan modus sosial engineering sedang marak. Pelaku menyamar menjadi pihak resmi jasa keuangan, atau e-commerce, lalu menjebak korban agar memberikan data pribadi, data akun, dan data finansial. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
PERKEMBANGAN teknologi digital yang memberikan kemudahan pada masyarakat membuat banyak oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkannya untuk melakukan tindak kejahatan. Satu di antaranya melalui social engineering (Soceng) atau rekayasa sosial.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi ada sejumlah modus aksi “begal rekening” lewat Soceng yang marak dilakukan pelaku. Mulai dari berpura-pura sebagai petugas bank yang meminta atau menanyakan data pribadi. Selain itu, bisa pula menghubungi nasabah lewat telepon, akun media sosial, e-mail, dan website bank.
Mengutip postingan Instagram OJK, @ojkindonesia, data-data yang diincar oleh pelaku kejahatan Soceng biasanya adalah username, password, nomor kartu kredit atau debit, kode PIN ATM, dan kode OTP.
Ada sejumlah celah yang dimanfaatkan oleh penipu dalam mengincar para korban. Celah utama yaitu pengguna yang tidak teliti. Mereka yang tidak memeriksa ulang dan langsung percaya terhadap setiap e-mail, chat, dan telepon yang diterima bakal jadi sasaran paling mudah yang dibidik penipu.
Sasaran pelaku bukan hanya orang yang awam, pengguna yang sudah teredukasi dengan baik pun kerap menjadi korban. Mereka jadi sasaran penipuan karena pikirannya sedang teralihkan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi ada sejumlah modus aksi “begal rekening” lewat Soceng yang marak dilakukan pelaku. Mulai dari berpura-pura sebagai petugas bank yang meminta atau menanyakan data pribadi. Selain itu, bisa pula menghubungi nasabah lewat telepon, akun media sosial, e-mail, dan website bank.
Mengutip postingan Instagram OJK, @ojkindonesia, data-data yang diincar oleh pelaku kejahatan Soceng biasanya adalah username, password, nomor kartu kredit atau debit, kode PIN ATM, dan kode OTP.
Ada sejumlah celah yang dimanfaatkan oleh penipu dalam mengincar para korban. Celah utama yaitu pengguna yang tidak teliti. Mereka yang tidak memeriksa ulang dan langsung percaya terhadap setiap e-mail, chat, dan telepon yang diterima bakal jadi sasaran paling mudah yang dibidik penipu.
Sasaran pelaku bukan hanya orang yang awam, pengguna yang sudah teredukasi dengan baik pun kerap menjadi korban. Mereka jadi sasaran penipuan karena pikirannya sedang teralihkan.
Lihat Juga :