Waspada Penipuan Perbankan, Jaga Data Pribadi
Selasa, 13 Desember 2022 - 13:03 WIB
loading...
Modus operandi pelaku kejahatan di dunia maya makin canggih sehingga masyarakat diminta semakin waspada agar terhindar jadi korban penipuan. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
BELAKANGAN ini aksi kejahatan penipuan bank menjadi salah satu kasus yang ramai diperbincangkan. Selain skimming atau pencurian informasi dengan cara menyalin identitas lewat ATM korban, banyak juga cerita penipuan yang dilancarkan lewat media digital. Mulai dari WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter, dan berbagai media lainnya.
Kondisi tersebut sudah semestinya membuat kita lebih waspada lagi. Sedikit saja celah kelengahan, itu bisa dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab yang bikin isi tabungan melayang.
Kejahatan siber semakin beragam, seolah-olah pelaku tidak pernah kehabisan ide untuk mengelabui korbannya. Terbaru, ada modus penipuan kurir palsu yang berakhir dengan akun mobile banking (m-banking) korban dibajak dan saldonya dibobol.
Ada dua modus operandinya. Pertama, penipu menyamar menjadi kurir, menghubungi calon korbannya melalui pesan WhatsApp, dan memintanya membuka file foto paket yang dikirim untuk memastikan paket itu benar atas nama korban atau bukan.
Modus kedua hampir mirip, penipu menghubungi calon korbannya melalui WhatsApp dan memintanya menginstal aplikasi ekspedisi (dalam kasus ini J&T) palsu, yang akan meminta persetujuan membaca SMS. Aplikasi tiruan ini disebutnya dibutuhkan untuk mengecek paket bodong yang dikirim.
Pakar keamanan siber menekankan kepada masyarakat untuk menghindari mengklik tautan yang mencurigakan atau mirip-mirip dengan akun resmi perbankan yang ditujukan untuk “mencuri” akses layanan perbankan seseorang.
Kondisi tersebut sudah semestinya membuat kita lebih waspada lagi. Sedikit saja celah kelengahan, itu bisa dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab yang bikin isi tabungan melayang.
Kejahatan siber semakin beragam, seolah-olah pelaku tidak pernah kehabisan ide untuk mengelabui korbannya. Terbaru, ada modus penipuan kurir palsu yang berakhir dengan akun mobile banking (m-banking) korban dibajak dan saldonya dibobol.
Ada dua modus operandinya. Pertama, penipu menyamar menjadi kurir, menghubungi calon korbannya melalui pesan WhatsApp, dan memintanya membuka file foto paket yang dikirim untuk memastikan paket itu benar atas nama korban atau bukan.
Modus kedua hampir mirip, penipu menghubungi calon korbannya melalui WhatsApp dan memintanya menginstal aplikasi ekspedisi (dalam kasus ini J&T) palsu, yang akan meminta persetujuan membaca SMS. Aplikasi tiruan ini disebutnya dibutuhkan untuk mengecek paket bodong yang dikirim.
Pakar keamanan siber menekankan kepada masyarakat untuk menghindari mengklik tautan yang mencurigakan atau mirip-mirip dengan akun resmi perbankan yang ditujukan untuk “mencuri” akses layanan perbankan seseorang.
Lihat Juga :