APBN di Tengah Bayang-Bayang Risiko Global

Rabu, 08 Juni 2022 - 07:32 WIB
loading...
A A A
Meskipun Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat, ketidakpastian ekonomi global yang semakin eskalatif harus tetap dimitigasi dengan baik. Sebab, kombinasi risiko di atas berpotensi dapat menghambat tren pemulihan ekonomi yang saat ini sudah semakin menguat. Untuk itu, APBN didesain sebagai shock absorber untuk merespons ketidakpastian global. Sebagai shock absorber, APBN hadir untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga pemulihan ekonomi, namun dengan tetap memelihara fiskal tetap sehat dan berkelanjutan.

Upaya untuk melindungi daya beli masyarakat antara lain dilakukan melalui pemberian insentif selisih harga minyak goreng, pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pangan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dalam negeri, antara lain kedelai dan jagung, serta mempertahankan harga jual bahan bakar minyak (BBM), LPG dan listrik agar tidak mengalami kenaikan. Memang, upaya-upaya tersebut berakibat pada bertambahnya alokasi subsidi dan kompensasi. Namun, upaya ini perlu diambil oleh pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat.

Selanjutnya, dalam rangka menjaga tren pemulihan ekonomi, APBN akan tetap bersifat fleksibel untuk merespons ketidakpastian situasi perekonomian global, mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap responsif dan antisipatif, serta menjaga ketahanan energi nasional melalui stabilitas pasokan batu bara (sesuai dengan PMK No.17/PMK.02/2022). Upaya untuk menjaga pasokan batu bara di dalam negeri kian penting di tengah kenaikan harga batu bara yang telah mencapai 143% secara year to date hingga awal Juni 2022. Ke depan, harga batu bara diperkirakan masih akan berfluktuasi mengingat pasokan yang masih terbatas.

Sementara itu, agar peran APBN dapat berfungsi secara optimal di tengah risiko global, maka APBN perlu dijaga tetap sehat dan berkelanjutan melalui beberapa hal sebagai berikut. Pertama adalah menjaga reformasi fiskal dan struktural agar dapat berjalan efektif. Kedua, menjaga komitmen seluruh Kementerian/Lembaga untuk penguatan spending better melalui efisiensi belanja. Ketiga, mengendalikan defisit APBN. Keempat, menjaga pelaksanaan APBN 2022 agar berjalan efektif sehingga dapat menjadi pondasi yang kokoh untuk konsolidasi fiskal pada 2023 mendatang.

Kemudian agar APBN 2022 compatible dalam memerankan fungsinya, maka postur APBN 2022 juga perlu disesuaikan. Dari sisi pendapatan negara, terjadi kenaikan sebesar Rp420,1 triliun, sehingga total pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp2.266,2 triliun. Peningkatan pendapatan negara terjadi baik pada penerimaan perpajakan maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP), terutama dipengaruhi semakin menguatnya pemulihan ekonomi dan naiknya harga komoditas, seperti batu bara, nikel dan crude palm oil (CPO).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Ada Pengamat Beras, tapi Background-nya Bukan di Situ
Inflasi Kota Semarang...
Inflasi Kota Semarang Maret 2026 Terkendali di Tengah Tekanan Idul Fitri
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Rekomendasi
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved