Kisah Hartini Soekarno, Setia Temani Bung Karno hingga Ajal Menjemputnya
Selasa, 07 Juni 2022 - 20:51 WIB
loading...
Siti Suhartini atau biasa dikenal Hartini Soekarno merupakan istri keempat Proklamator Indonesia, Soekarno. Foto DOK SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Siti Suhartini atau biasa dikenal Hartini Soekarno merupakan istri keempat Proklamator Indonesia, Soekarno. Wanita kelahiran Ponorogo, 20 September 1924 ini menikah dengan Bung Karno pada 7 Juli tahun 1953.
Hartini merupakan anak kedua dari pasangan Osan Murawi dan Mairah. Dikutip dari situs Perpustakaan FIS, kisah cintanya bersama Soekarno berawal dari perjamuan makan yang digelar oleh Walikota Salatiga kala itu. Singkat cerita, Soekarno terkesima dengan masakan Hartini. Saat itu juga, Bung Karno jatuh cinta pada pandangan pertama.
Baca juga : 5 Fakta Tentang Fatmawati Istri Soekarno, Nomor Terakhir Bikin Melas
Perlahan, hubungan keduanya semakin dekat. Soekarno diketahui sering mengirimkan surat cinta kepadanya. Uniknya, dia menggunakan nama samaran ‘Srihana’ dalam mengirim surat tersebut.
Pada 1953, Soekarno meminta izin kepada istrinya, Fatmawati perihal keinginannya mempersunting Hartini. Dalam hal ini, Fatmawati memberinya izin. Hanya saja, tindakan Bung Karno ini menuai berbagai protes, khususnya dari organisasi wanita seperti Perwari.
Akhirnya mereka menikah dan pernikahannya sendiri dilangsungkan di Istana Cipanas. Setelah resmi menikah, Hartini menjadi sosok yang cukup berpengaruh pada Soekarno. Terlebih, saat kondisi Soekarno yang terpuruk kala gejolak revolusi menerjang Indonesia.
Hartini merupakan anak kedua dari pasangan Osan Murawi dan Mairah. Dikutip dari situs Perpustakaan FIS, kisah cintanya bersama Soekarno berawal dari perjamuan makan yang digelar oleh Walikota Salatiga kala itu. Singkat cerita, Soekarno terkesima dengan masakan Hartini. Saat itu juga, Bung Karno jatuh cinta pada pandangan pertama.
Baca juga : 5 Fakta Tentang Fatmawati Istri Soekarno, Nomor Terakhir Bikin Melas
Perlahan, hubungan keduanya semakin dekat. Soekarno diketahui sering mengirimkan surat cinta kepadanya. Uniknya, dia menggunakan nama samaran ‘Srihana’ dalam mengirim surat tersebut.
Pada 1953, Soekarno meminta izin kepada istrinya, Fatmawati perihal keinginannya mempersunting Hartini. Dalam hal ini, Fatmawati memberinya izin. Hanya saja, tindakan Bung Karno ini menuai berbagai protes, khususnya dari organisasi wanita seperti Perwari.
Akhirnya mereka menikah dan pernikahannya sendiri dilangsungkan di Istana Cipanas. Setelah resmi menikah, Hartini menjadi sosok yang cukup berpengaruh pada Soekarno. Terlebih, saat kondisi Soekarno yang terpuruk kala gejolak revolusi menerjang Indonesia.
Lihat Juga :