Pancasila: Fakta Versus Mitos

Selasa, 23 Juni 2020 - 07:05 WIB
loading...
A A A
Menarik menyoroti "fenomena Pringgodigdo." Pringgo­digdo (sebagai anggota Komisi Lima) semula sependapat dengan pendapat Komisi Lima bahwa hari lahir Pancasila adalah tanggal 1 Juni 1945. Kemudian Pringgodigdo berpendapat lain bahwa 1 Juni 1945 adalah tanggal lahir "istilah" Pancasila, bukan hari lahir Pancasila itu sendiri. Pringgodigdo berdalil, Pancasila telah ada berabad-abad lamanya dalam kehidupan rakyat Indonesia, karena itu tidak mungkin ditetapkan tanggal lahirnya. Dia menegaskan, tidak perlu memperingati hari lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni. Sikap Pringgodigdo menuai reaksi keras dari teman-temannya di Komisi Lima. Sunario, atas nama Komisi Lima, mengirim surat mempertanyakan ketidakkonsistenan pendapat Pringgodigdo itu, tapi dia tidak menanggapi surat tersebut.

Pendapat Pringgodigdo dan Darji bahwa 1 Juni 1945 hanya merupakan tanggal lahir "istilah" Pancasila sama artinya bahwa Soekarno tidak mempunyai kontribusi apa-apa kecuali hanya istilah itu sendiri. Ini pendapat sangat naif. Soekarno, dengan gagasan Pancasilanya, telah memberikan kontribusi sangat besar bagi fondasi unitas dan integritas bangsa Indonesia dan NKRI. Ini adalah fakta sejarah yang akurat. Pendapat Darji Darmodiharjo dan Pringgodigdo bahwa 1 Juni 1945 hanya merupakan tanggal lahirnya "istilah" Pancasila adalah mitos, bukan fakta sejarah. Pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah menetapkan 1 Juni merupakan tanggal lahir Pancasila dan merupakan hari libur nasional.

Fakta sejarah mencatat bahwa Pancasila eksis ketika Soekarno mengintroduksi dan mengusulkannya sebagai dasar negara di muka sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Pendapat Pringgodigdo yang mengatakan bahwa Pancasila sudah ada berabad-abad lamanya dalam kehidupan rakyat Indonesia—karena itu, kata dia, tidak bisa ditetapkan tanggal lahirnya—adalah mitos dan mistifikasi Pancasila, bukan fakta sejarah.

(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Transformasi Standar...
Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi: Kebutuhan untuk Wujudkan Merdeka Belajar
Ini Strategi Public...
Ini Strategi Public Relations Jaga Reputasi Perusahaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Tasawuf dan Ketiadaan
Rekomendasi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved