Prof Saldi Isra, Prof Hermawan Sulistyo, dan Fenomena Marcos Jr di Filipina

Senin, 23 Mei 2022 - 06:17 WIB
loading...
A A A
Tentang gerakan Mei 98, Prof Saldi Isra berkisah, mengapa reformasi di Indonesia muncul? Salah satu penyebabnya adalah karena adanya kemacetan di suprastruktur politik, ketika itu, untuk merespons dan menjawab kebutuhan-kebutuhan ketatanegaraan kita. Sehingga saluran yang mestinya disediakan oleh sistem itu sendiri kemudian, seolah-olah, terhambat dan akhirnya demokrasi ekstra parlementer itu muncul dan memunculkan sebuah era yang disebut era reformasi.

Masih kuat dalam ingatan Prof Saldi, 24 tahun lalu, tugasnya membantu para mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Andalas sehingga cukup dekat dengan mahasiswa. Ia mendengarkan pemikiran-pemikiran mahasiswa tentang kondisi negara pada masa itu. Mahasiswa Universitas Andalas, melalui orasinya, merupakan yang pertama meneriakkan agar Presdien Soeharto diturunkan dari pemerintahan.

Salah satu diskusinya adalah tuntutan terhadap perubahan Undang-Undang Dasar 45 karena hal ini dapat menjadi langkah awal dilakukannya reformasi. Sebab, UUD 45 yang ada dinilai lentur, sehingga mudah ditafsirkan pemegang kekuasaan sesuai dengan kemauannya sendiri, seperti adanya demokrasi terpimpin di masa orde lama, demokrasi Pancasila pada orde baru.

Sementara pelaksanaannya sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh mereka yang terkuat atau penguasa. Padahal bangunan yang ada dalam konstitusi itu harus bisa menciptakan mekanisme check dan balance.

Sependapat dengan Prof Saldi, Prof Kiki dalam diskusi “Jatuhnya Orde Baru & Fenomena Marcos Jr” di Studio RKN Radio menegaskan, gerakan mahasiswa pada Mei 1998 terjadi karena tidak adanya kebebasan di zaman orde baru. Menurut Prof Kiki, mahasiswa atau akademisi sulit bicara, semua dinding baik di kampus apalagi di luar kampus memiliki telinga.

“Hari Sabtu, seperti sekarang ini, kita bicara politik, membicarakan pemerintah, besok Senin kita sudah nginap di Markas Kodim. Betul-betul tidak bisa apa-apa. Saya kemudian pergi ke Amerika tapi mendengar Pak Harto dipilih kembali, saya pulang, dia harus turun. Sebab kekuasaan yang absolut cenderung disalahgunakan. Bahaya untuk Indonesia ke depan,” ungkap Prof Kiki.

“Tapi saya tidak sependapat jika gerakan mahasiswa 98 disebut gerakan reformasi karena hasilnya hanya mengganti presiden. Wakil Presiden Habibie menggantikan presiden, menteri-menterinya masih yang lama, anggota DPR juga semua anggota lama. Jadi itu gerakan ganti presiden. Juga berbeda dengan gerakan menurunkan Presiden Filipina karena di sana rakyat yang bergerak sehingga disebut People Power, meskipun kasusnya mirip dengan di Indonesia,” jelas Prof Kiki, Sabtu (21/5), yang merekam perjalanan gerakan reformasi yang dilakukannya dalam buku berjudul, Lawan!
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Rekomendasi
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Berita Terkini
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved