Prof Saldi Isra, Prof Hermawan Sulistyo, dan Fenomena Marcos Jr di Filipina

Senin, 23 Mei 2022 - 06:17 WIB
loading...
A A A
Meskipun Prof Saldi hanya menyinggung sedikit tentang Marcos Jr atau Bongbong di Filipina, di penghujung sesi pemaparannya dalam diskusi berjudul “Meneropong Demokrasi Indonesia Pasca 24 Tahun Reformasi”, tetapi jelas ada kegelisahan pada dirinya sebagai mantan mahasiswa yang hidup di era orde baru. Betapa Saldi Isra muda (ketika itu belum doktor) bersemangat, ikut memantau jalannya amandeman UU 45 di awal era reformasi, selalu hadir di sekitar Gedung MPR ketika sidang berlangsung.

Saldi terbang langsung dari Padang, Sumatera Barat berkumpul di Senayan dan diskusi bersama para pakar hukum tata negara junior maupun senior. Pendapatnya banyak ditulis di harian Kompas dan saya memberi ruang bicara di Radio Trijaya FM bersama antara lain Indra Jaya Piliang dan lainnya.

Namun kehadirannya dalam diskusi di Unpam memang dilematis karena posisinya sebagai hakim Mahkamah Konstitusi tidak dapat leluasa berbicara agar tidak bertabrakan dengan kewenangannya. Mengenai Marcos Jr yang kemudian menjadi Presiden Filipina, menurut Prof Hermawan Sulistyo bisa juga terjadi di Indonesia.

Tetapi karena Cendana (sebutan untuk keluarga mantan Presiden Soeharto yang tinggal di Jalan Cendana, Jakarta Pusat) pelit keluar uang, maka sulit untuk mereka kembali ke Istana tempat ayahnya berkuasa. Bongbong Marcos menggunakan kekayaan bapaknya untuk masuk dunia politik dan pernah terpilih menjadi gubernur, anggota kongres, dan senator, tidak demikian dengan anak-anak Soeharto.

Ferdinan Marcos kaya dan menyimpan hartanya di luar negeri, sehingga ketika digulingkan dan rumahnya digeledah hanya ditemukan sepatu milik istrinya, Imelda Marcos, jumlahnya 3.500 pasang. Diduga kekayaan tersebut menjadi modal Bongbong menapak sampai kursi presiden.

Anak muda Filipina sama dengan di Indonesia, bukan lupa tetapi enggan membaca sejarah siapa Marcos atau Soeharto. Ada mahasiswa Indonesia sekarang mengatakan, ada kebebasan di era orde baru. Ini salah. Kondisi seperti ini, tidak paham sejarah, ditambah era media sosial yang luar biasa dapat membuat rezim lama kembali lagi.

“Pak Harto itu, berdasarkan survei majalah Time, 40 tahun lalu, pernah disebut sebagai sepuluh orang terkaya di dunia. Menurut saya PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) harus membuka berapa sebetulnya kekayaan keluarga Cendana yang menurut Menkeu Sri Mulyani mencapai tiga kali lipat APBN Indonesia. Kalau kita simak dari Tommy Soeharto tempo hari membayar tax amnesty sebesar Rp550 miliar, artinya itu, kan 2,5 persennya dari kekayaan, berarti total kekayaannya mencapai Rp10 triliun. Itu yang dilaporkan. Itu belum digabung dengan kekayaan saudara-saudaranya,” kata Prof Kiki.

“Jadi, sebetulnya, mereka punya duit tapi karena pebisnis dan bukan politisi maka tidak bisa seperti Bongbong. Selain pelit juga kelamaan ngitung untung rugi jika menjadi presiden. Untuk mengganti presiden enggak cukup cuma keluar duit Rp100 miliar tapi minimal Rp5 triliun,” tambah Prof Kiki seraya merinci untuk apa saja uang tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Berita Terkini
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Pakar Hukum Dukung Kejagung...
Pakar Hukum Dukung Kejagung Terapkan TPPU untuk Ungkap Korupsi Makan Bergizi Gratis
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved