Di KTT Khusus ASEAN-AS, Jokowi Serukan Perang di Ukraina Segera Dihentikan

Sabtu, 14 Mei 2022 - 08:45 WIB
loading...
Di KTT Khusus ASEAN-AS, Jokowi Serukan Perang di Ukraina Segera Dihentikan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan untuk menghentikan perang di Ukraina secepatnya. Hal itu dia serukan pada KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat 13 Mei 2022. Foto/BPMI Setpres
A A A
WASHINGTON DC - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan untuk menghentikan perang di Ukraina secepatnya. Hal itu dia serukan pada KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat 13 Mei 2022.

Menurut Jokowi, perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang. Baca juga: Di Depan Wapres AS, Jokowi Sebut Komitmen Negara Maju soal Pembiayaan Iklim Sangat Rendah

“Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi Covid-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” ujar Presiden.



Lebih lanjut, Presiden juga mengatakan bahwa perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara.

“Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment_agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud,” tegas Jokowi.



Pertumbuhan ekonomi, menurut dia juga memprihatinkan. IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5% pada 2022 dan 0,2% pada 2023. Dan Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2%.

“Bagi sebagian anggota ASEAN kenaikan 10% dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7% dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1%,” jelas Presiden.

Mantan Wali Kota Solo ini mengulangi lagi apa yang telah disampaikan pada pertemuan dengan Kongres, yakni lebih dari lima dekade ASEAN terus membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong habit of dialogue dan rules based order.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2732 seconds (10.101#12.26)