Kapolri Ungkap Hal Mengerikan Usai Pelantikan Donald Trump, Indonesia Bisa Terdampak

Kamis, 14 November 2024 - 15:35 WIB
loading...
Kapolri Ungkap Hal Mengerikan...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat Indonesia mengantisipasi matinya industri dalam negeri usai pelantikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat Indonesia mengantisipasi matinya industri dalam negeri usai pelantikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump . Menurut Sigit, terpilihnya Trump akan berdampak dunia global, termasuk hilangnya lapangan pekerjaan.

"Pemilu presiden Amerika Serikat ini tentunya juga harus kita hadapi, apa yang kira-kira akan terjadi pascapresiden Donald Trump terpilih nanti, dilantik. Karena beliau memiliki kebijakan yang terkenal dengan proteksionisme," kata Kapolri dalam acara syukuran HUT ke-79 Korps Brimob Polri, Depok, Kamis (14/11/2024).

Sigit mengatakan, proteksionisme itu berarti melindungi kepentingan ekonomi Amerika, khususnya terhadap asing, utamanya China.



"Dan ini kecenderungannya tentunya akan berdampak terhadap perang dagang antara Amerika dan China," katanya.

Sigit menyebut pajak sangat tinggi diterapkan bagi China maupun negara-negara yang ingin mengekspor barang ke Amerika, maka akan berdampak pada banjirnya barang-barang tersebut di Indonesia. Menurut Sigit, hal itu dapat mematikan industri dalam negeri. Kebijakan itu dinilai Sigit juga berdampak pada masyarakat Indonesia yang kehilangan lapangan pekerjaan.

"Ini harus selalu saya ingatkan karena dalam berbagai macam situasi global tentunya akan berdampak ke dalam situasi stabilitas kamtibmas dalam negeri," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Rekomendasi
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved