Ikut Operasi Seroja dan Terima Tanda Jasa, Kolonel Priyanto Berharap Hukumannya Diringankan
Selasa, 10 Mei 2022 - 14:54 WIB
loading...
Kolonel Inf Priyanto berharap majelis hakim bisa meringankan hukumannya terkait kasus pembunuhan berencana sejoli Handi-Salsabila di Nagreg, Jawa Barat. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kolonel Inf Priyanto berharap majelis hakim bisa meringankan hukumannya terkait kasus pembunuhan berencan a sejoli Handi-Salsabila di Nagreg, Jawa Barat. Salah satu pertimbangannya adalah pengabdian yang telah dilakukan Priyanto terhadap NKRI.
Penasihat Hukum Kolonel Priyanto, Letda Chk Aleksander Sitepu meminta agar majelis hakim dapat melihat pengalaman militer terdakwa, terutama saat ikut dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Baca juga: Kolonel Priyanto Menyesal Buang Jasad Sejoli Handi-Salsabila: Perbuatan yang Sangat Bodoh
"Terdakwa pernah mempertaruhkan jiwa raganya untuk NKRI melaksanakan tugas operasi di Timor-Timur (Operasi Seroja),” ujar Aleksander dalam sidang pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Selasa (10/5/2022).
Tak hanya itu, Aleksander menyebut Priyanto pernah mendapat beberapa tanda jasa. Di antaranya, Satyalancana Kesetiaan 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun, dan Satyalancana Seroja.
"Perlu dipertimbangkan adalah Priyanto tetap tegar menghadapi hari-hari dalam menjalani proses peradilan yang melelahkan, baik fisik, dan jiwa," ungkapnya.
Penasihat Hukum Kolonel Priyanto, Letda Chk Aleksander Sitepu meminta agar majelis hakim dapat melihat pengalaman militer terdakwa, terutama saat ikut dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Baca juga: Kolonel Priyanto Menyesal Buang Jasad Sejoli Handi-Salsabila: Perbuatan yang Sangat Bodoh
"Terdakwa pernah mempertaruhkan jiwa raganya untuk NKRI melaksanakan tugas operasi di Timor-Timur (Operasi Seroja),” ujar Aleksander dalam sidang pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Selasa (10/5/2022).
Tak hanya itu, Aleksander menyebut Priyanto pernah mendapat beberapa tanda jasa. Di antaranya, Satyalancana Kesetiaan 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun, dan Satyalancana Seroja.
"Perlu dipertimbangkan adalah Priyanto tetap tegar menghadapi hari-hari dalam menjalani proses peradilan yang melelahkan, baik fisik, dan jiwa," ungkapnya.
Lihat Juga :