Kolonel Priyanto Menyesal Buang Jasad Sejoli Handi-Salsabila: Perbuatan yang Sangat Bodoh
Selasa, 10 Mei 2022 - 14:28 WIB
loading...
Kolonel Infanteri Priyanto mengikuti sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Selasa (10/5/2022). FOTO/MPI/RIEZKY MAULANA
A
A
A
JAKARTA - Kolonel Infanteri Priyanto , terdakwa kasus pembunuhan berencana sejoli Handi-Salsabila di Nagreg, Jawa Barat, menyesali perbuatannya. Atas tindakannya, nama baik institusi TNI, terkhusus TNI AD menjadi tercoreng.
"Kami sangat menyesali apa yang dilakukan, dan kami sangat merasa bersalah. Sangat-sangat merasa bahwa kami sudah merusak institusi TNI khususnya TNI AD," ujar Priyanto dalam agenda sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Selasa (10/5/2022).
Priyanto mengatakan, sampai saat ini belum sempat meminta maaf langsung kepada pihak keluarga Handi maupun Salsabila. Oleh karenanya, permintaan maaf dia sampaikan melalui momentum sidang.
"Saya sampai saat ini belum sempat mengucapkan maaf kepada keluarga korban dan saat ini saya berusaha menyampaikan permintaan maaf. Saya memohon maaf sebesar-besarnya dan saya penyesalan yang sangat dalam," tuturnya.
Priyanto mengakui bahwa apa yang dilakukannya merupakan tindakan bodoh. Priyanto berjanji tindakan yang dilakukannya adalah hal yang terakhir dan tak akan diulangi lagi.
"Memang sangat-sangat bodoh sekali, perbuatan yang betul-betul tidak baik sekali. Saya harapkan ini bagi saya yang pertama dan terakhir, tidak melakukannya lagi," ujarnya.
"Kami sangat menyesali apa yang dilakukan, dan kami sangat merasa bersalah. Sangat-sangat merasa bahwa kami sudah merusak institusi TNI khususnya TNI AD," ujar Priyanto dalam agenda sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Selasa (10/5/2022).
Priyanto mengatakan, sampai saat ini belum sempat meminta maaf langsung kepada pihak keluarga Handi maupun Salsabila. Oleh karenanya, permintaan maaf dia sampaikan melalui momentum sidang.
"Saya sampai saat ini belum sempat mengucapkan maaf kepada keluarga korban dan saat ini saya berusaha menyampaikan permintaan maaf. Saya memohon maaf sebesar-besarnya dan saya penyesalan yang sangat dalam," tuturnya.
Priyanto mengakui bahwa apa yang dilakukannya merupakan tindakan bodoh. Priyanto berjanji tindakan yang dilakukannya adalah hal yang terakhir dan tak akan diulangi lagi.
"Memang sangat-sangat bodoh sekali, perbuatan yang betul-betul tidak baik sekali. Saya harapkan ini bagi saya yang pertama dan terakhir, tidak melakukannya lagi," ujarnya.
Lihat Juga :