Idul Fitri, Puncak Ibadah yang Menyatukan dan Menguatkan
Minggu, 01 Mei 2022 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
Ada amal jariah, sedekah, dan zakat yang semuanya menunjukkan semangat kepedulian dan membantu sesama yang membutuhkan. Praktik kegiatan amal ini juga dibungkus dengan kearifan lokal. Tujuan utamanya adalah semua orang bisa merayakan Idul Fitri dengan gembira, sukacita, dan terbebas dari urusan-urusan yang memberatkan.
Itu sebabnya, bulan suci Ramadhan dipahami dan dimaknai sebagai bulan penuh berkah. Sebab, pada momentum itulah terwujud kesatuan dan persatuan untuk membantu mereka yang lemah. Terlebih, kepedulian terhadap sesama diwujudkan dengan ketulusan bergotong royong sebagai roh pelaksanaan puasa Ramadhan menuju hari yang fitri. Sesama umat Islam sesungguhnya bersaudara dalam iman dan bersaudara dalam kemanusiaan dengan umat nonmuslim.
Umat paham bahwa esensi lain dari Idul Fitri adalah kemauan untuk peduli. Karakter peduli, yang sejatinya sudah menjadi karakter bangsa, hendaknya kembali digelorakan pada saat datangnya Idul Fitri. Mereka yang berlebih berbagi melalui infak, sedekah, dan zakat.
Siapa pun didorong untuk menjadi pribadi yang tulus dalam berbagi. Tak harus banyak, karena nilai bukan yang utama melainkan ketulusan. Berbagi dan memberi kepada sesama yang lemah adalah wujud ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
Sepanjang dua pekan terakhir, sudah puluhan juta masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman. Pemerintah pun telah berupaya memfasilitasi agar mudik tahun ini berjalan lancar, aman, dan membahagiakan.
Sebagai rutinitas tahunan di penghujung puasa Ramadhan, pemerintah tentu memiliki banyak pengalaman. Dari pengalaman itu, pelayanan pemerintah terhadap masyarakat yang mudik Lebaran semakin membaik. Baik dari sisi infrastruktur jalan, regulasi, maupun pelayanan petugas di lapangan yang menjadi tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan mudik Lebaran.
Itu sebabnya, bulan suci Ramadhan dipahami dan dimaknai sebagai bulan penuh berkah. Sebab, pada momentum itulah terwujud kesatuan dan persatuan untuk membantu mereka yang lemah. Terlebih, kepedulian terhadap sesama diwujudkan dengan ketulusan bergotong royong sebagai roh pelaksanaan puasa Ramadhan menuju hari yang fitri. Sesama umat Islam sesungguhnya bersaudara dalam iman dan bersaudara dalam kemanusiaan dengan umat nonmuslim.
Umat paham bahwa esensi lain dari Idul Fitri adalah kemauan untuk peduli. Karakter peduli, yang sejatinya sudah menjadi karakter bangsa, hendaknya kembali digelorakan pada saat datangnya Idul Fitri. Mereka yang berlebih berbagi melalui infak, sedekah, dan zakat.
Siapa pun didorong untuk menjadi pribadi yang tulus dalam berbagi. Tak harus banyak, karena nilai bukan yang utama melainkan ketulusan. Berbagi dan memberi kepada sesama yang lemah adalah wujud ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
Sepanjang dua pekan terakhir, sudah puluhan juta masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman. Pemerintah pun telah berupaya memfasilitasi agar mudik tahun ini berjalan lancar, aman, dan membahagiakan.
Sebagai rutinitas tahunan di penghujung puasa Ramadhan, pemerintah tentu memiliki banyak pengalaman. Dari pengalaman itu, pelayanan pemerintah terhadap masyarakat yang mudik Lebaran semakin membaik. Baik dari sisi infrastruktur jalan, regulasi, maupun pelayanan petugas di lapangan yang menjadi tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan mudik Lebaran.
Lihat Juga :